Kelas 37 Merek Produk untuk Pengecatan Bangunan, Pembersihan Gedung, dan Pemeliharaan Fasilitas Resmi DJKI : Jasa Pendaftaran Merek Resmi DJKI – Dalam menjalankan bisnis jasa pengecatan bangunan, pembersihan gedung, maupun pemeliharaan fasilitas, merek memiliki peran penting untuk membangun identitas usaha dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Merek bukan sekadar nama atau logo, tetapi juga menjadi pembeda antara layanan yang ditawarkan oleh satu penyedia jasa dengan penyedia jasa lainnya.
Pendaftaran merek perlu dipertimbangkan sejak awal, terutama bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Melalui pendaftaran merek pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), pemilik usaha dapat mengajukan perlindungan hukum atas merek yang digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam klasifikasi merek, Kelas 37 secara umum mencakup jasa konstruksi, perbaikan, instalasi, pemeliharaan, serta berbagai layanan terkait bangunan dan fasilitas. Oleh karena itu, kelas ini relevan bagi bisnis pengecatan bangunan, pembersihan gedung tertentu, dan pemeliharaan fasilitas. Namun, penentuan kelas tetap harus disesuaikan dengan jenis layanan yang benar-benar dijalankan.
Mengenal Pendaftaran Merek Kelas 37
Pendaftaran merek Kelas 37 merupakan proses pengajuan perlindungan merek untuk jenis jasa yang termasuk dalam kelompok kelas tersebut. Pengajuan dilakukan agar merek usaha dapat dinilai dan diproses sesuai prosedur yang ditetapkan DJKI.
Bagi penyedia jasa pengecatan, pembersihan, dan pemeliharaan fasilitas, merek yang terdaftar dapat membantu memperkuat identitas bisnis. Merek yang konsisten juga memudahkan pelanggan mengenali layanan, membedakan perusahaan dari kompetitor, serta membangun reputasi di pasar.
Sebelum mengajukan permohonan, pemilik usaha sebaiknya memeriksa kesesuaian kelas dan uraian jasa yang akan didaftarkan. Tidak semua kegiatan yang berkaitan dengan kebersihan atau pengelolaan gedung otomatis masuk Kelas 37. Sebagai contoh, jasa pembersihan bangunan dapat relevan dengan Kelas 37, sedangkan jasa kebersihan tertentu yang berfokus pada kegiatan lain mungkin memerlukan pemeriksaan klasifikasi lebih lanjut.
Jenis Jasa Pengecatan Bangunan yang Dapat Dipertimbangkan dalam Kelas 37
Bisnis pengecatan bangunan membutuhkan identitas merek yang mudah dikenali, terutama ketika melayani proyek rumah tinggal, gedung perkantoran, tempat usaha, maupun bangunan komersial. Merek yang kuat dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran dan pengembangan usaha.
Contoh layanan pengecatan yang dapat dipertimbangkan meliputi:
- Jasa pengecatan rumah tinggal.
- Jasa pengecatan gedung perkantoran.
- Jasa pengecatan bangunan komersial.
- Jasa pengecatan dinding interior.
- Jasa pengecatan dinding eksterior.
- Jasa pengecatan pagar dan bagian bangunan.
- Jasa pengecatan ulang bangunan.
- Jasa pengecatan fasilitas industri sesuai cakupan layanannya.
- Jasa pelapisan dan penyelesaian permukaan bangunan.
- Jasa perbaikan permukaan yang berkaitan dengan pekerjaan pengecatan.
Penyedia jasa dapat menggunakan merek yang sama untuk membangun citra usaha pada berbagai proyek, selama penggunaan dan uraian jasa yang diajukan sesuai dengan ketentuan klasifikasi merek.
Jenis Jasa Pembersihan Gedung yang Berkaitan dengan Kelas 37
Pembersihan gedung merupakan layanan yang dibutuhkan oleh pemilik properti, pengelola perkantoran, pusat perbelanjaan, serta berbagai bangunan komersial. Untuk layanan yang termasuk dalam cakupan klasifikasi Kelas 37, pendaftaran merek dapat menjadi langkah untuk membangun identitas bisnis dan membedakan layanan dari penyedia lainnya.
Contoh jasa yang dapat diperiksa kesesuaiannya dengan Kelas 37 antara lain:
- Jasa pembersihan bagian luar bangunan.
- Jasa pembersihan permukaan eksterior gedung.
- Jasa pembersihan jendela bagian luar.
- Jasa pembersihan bangunan setelah pekerjaan konstruksi.
- Jasa pembersihan yang berkaitan dengan pemeliharaan bangunan.
- Jasa pembersihan area bangunan dalam lingkup pekerjaan perawatan.
- Jasa pemeliharaan kebersihan bagian tertentu dari fasilitas bangunan.
Perlu diperhatikan bahwa klasifikasi bergantung pada sifat layanan yang diberikan. Jasa kebersihan rutin untuk kantor, jasa kebersihan rumah tangga, dan layanan sanitasi tertentu dapat memiliki pertimbangan klasifikasi berbeda. Karena itu, uraian jasa perlu diperiksa secara spesifik sebelum permohonan diajukan.
Jenis Jasa Pemeliharaan Fasilitas yang Dapat Dipertimbangkan
Pemeliharaan fasilitas bertujuan menjaga bangunan dan sarana pendukung agar tetap berfungsi dengan baik. Layanan ini dapat ditawarkan kepada perusahaan, pemilik gedung, pengelola kawasan komersial, maupun pemilik properti lainnya.
Contoh layanan yang berkaitan dengan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas meliputi:
- Jasa pemeliharaan bangunan.
- Jasa perbaikan dinding dan bagian bangunan.
- Jasa perawatan atap bangunan.
- Jasa perbaikan lantai.
- Jasa pemeliharaan fasilitas gedung.
- Jasa perbaikan bagian eksterior bangunan.
- Jasa pemeliharaan struktur bangunan sesuai ruang lingkup pekerjaan.
- Jasa perbaikan komponen bangunan.
- Jasa pemeliharaan fasilitas pendukung konstruksi.
- Jasa perawatan dan perbaikan bagian bangunan yang mengalami kerusakan.
Apabila perusahaan juga menawarkan instalasi listrik, instalasi air, atau perbaikan mesin, uraian jasa tersebut perlu diperiksa secara terpisah untuk memastikan kesesuaian dengan klasifikasi yang berlaku.
Manfaat Mendaftarkan Merek bagi Penyedia Jasa Kelas 37
Merek yang terdaftar dapat memberikan dasar perlindungan hukum sesuai ruang lingkup pendaftaran dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagi bisnis jasa pengecatan, pembersihan gedung, dan pemeliharaan fasilitas, perlindungan merek dapat mendukung strategi bisnis dalam jangka panjang.
Beberapa manfaat yang dapat dipertimbangkan antara lain:
Membangun identitas usaha
Nama dan logo yang konsisten membantu pelanggan mengenali perusahaan ketika melihat penawaran harga, kendaraan operasional, seragam pekerja, papan proyek, atau materi promosi.
Meningkatkan kepercayaan pelanggan
Identitas merek yang dikelola secara profesional dapat membantu membangun citra usaha yang lebih terpercaya, khususnya ketika perusahaan menangani proyek gedung atau fasilitas komersial.
Membedakan bisnis dari kompetitor
Merek membantu pelanggan membedakan layanan suatu perusahaan dari layanan penyedia jasa lainnya. Hal ini penting dalam industri yang memiliki banyak pelaku usaha dengan jenis layanan serupa.
Mendukung pengembangan bisnis
Ketika usaha berkembang ke wilayah atau segmen pasar baru, merek yang konsisten dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran dan ekspansi bisnis.
Memberikan dasar perlindungan hukum
Pendaftaran merek dapat memberikan hak atas merek sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, permohonan tetap melalui pemeriksaan dan tidak otomatis disetujui hanya karena telah diajukan.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Mendaftarkan Merek Kelas 37
Sebelum mengajukan permohonan, pemilik usaha sebaiknya menyiapkan informasi dan dokumen yang diperlukan agar proses administrasi berjalan lebih teratur.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:
- Nama merek yang akan digunakan.
- Logo atau label merek apabila mengajukan merek dengan unsur visual.
- Identitas pemohon, baik perorangan maupun badan usaha.
- Alamat dan informasi kontak pemohon.
- Daftar jasa yang ingin dicakup dalam permohonan.
- Penentuan kelas merek yang sesuai dengan kegiatan usaha.
- Pemeriksaan awal terhadap persamaan merek yang sudah terdaftar atau diajukan.
- Dokumen pendukung sesuai persyaratan permohonan yang berlaku.
Pemeriksaan awal penting dilakukan untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan persamaan dengan merek lain. Meski demikian, hasil pemeriksaan awal tidak dapat menjamin bahwa permohonan akan diterima oleh pemeriksa merek.
Memilih Layanan Pendaftaran Merek yang Sesuai
Pelaku usaha dapat mengajukan permohonan sendiri melalui kanal resmi DJKI atau menggunakan bantuan penyedia jasa profesional. Jika menggunakan bantuan pihak lain, pastikan informasi biaya, ruang lingkup pekerjaan, dokumen yang dibutuhkan, dan tahapan layanan dijelaskan secara transparan.
Untuk mengetahui informasi mengenai layanan pengajuan merek, Anda dapat mempelajari jasa daftar merek HKI sebagai salah satu referensi layanan pendampingan pendaftaran merek.
Pemilik usaha juga sebaiknya memahami bahwa kebutuhan perlindungan merek dapat berubah seiring perkembangan bisnis. Jika terjadi perubahan kepemilikan merek, tersedia informasi mengenai jasa pengalihan merek HKI untuk membantu memahami proses administrasi pengalihan hak. Apabila masa perlindungan merek mendekati akhir, pelajari pula ketentuan melalui jasa perpanjang merek HAKI.
Jika permohonan menghadapi keputusan yang perlu ditanggapi melalui prosedur hukum yang tersedia, informasi tentang jasa banding merek HKI dapat menjadi bahan pertimbangan. Setiap langkah tetap perlu disesuaikan dengan kondisi permohonan dan ketentuan yang berlaku.
Memastikan Kesesuaian Kelas Sebelum Pengajuan
Salah satu hal penting dalam pendaftaran merek adalah menentukan kelas berdasarkan jenis barang atau jasa yang benar-benar ditawarkan. Untuk Kelas 37, fokus utamanya adalah pekerjaan konstruksi, perbaikan, instalasi, dan pemeliharaan tertentu.
Jika bisnis hanya menyediakan jasa pengecatan dan perbaikan bangunan, penentuan uraian jasa dapat berbeda dari bisnis yang berfokus pada pengelolaan gedung, kebersihan rutin, atau layanan administrasi properti. Apabila perusahaan menjalankan beberapa jenis kegiatan, pemeriksaan kelas tambahan mungkin diperlukan.
Pemilik usaha dapat memeriksa informasi dan prosedur resmi melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sebelum menentukan uraian jasa yang akan dicantumkan dalam permohonan. Langkah ini membantu memastikan bahwa pengajuan disiapkan berdasarkan kegiatan usaha yang sebenarnya dan tidak hanya berdasarkan nama layanan.
Proses Pendaftaran Merek Kelas 37 untuk Pengecatan Bangunan, Pembersihan Gedung, dan Pemeliharaan Fasilitas
Pendaftaran merek Kelas 37 perlu dilakukan dengan memperhatikan identitas merek, jenis jasa yang ditawarkan, serta kesesuaian klasifikasi. Bagi pelaku usaha pengecatan bangunan, pembersihan gedung, dan pemeliharaan fasilitas, proses ini menjadi langkah penting untuk membangun identitas bisnis sekaligus mengajukan perlindungan hukum atas merek yang digunakan.
Permohonan merek diajukan melalui sistem yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Berikut tahapan umum yang dapat dipahami sebelum mengajukan permohonan.
Menentukan Nama dan Identitas Merek
Langkah pertama adalah menentukan nama merek yang akan digunakan dalam kegiatan usaha. Nama tersebut sebaiknya mudah dikenali, memiliki karakter pembeda, dan tidak menimbulkan kebingungan dengan merek lain yang telah terdaftar atau lebih dahulu diajukan.
Selain nama, pelaku usaha dapat menyiapkan logo apabila ingin mendaftarkan merek yang memiliki unsur visual. Pastikan desain logo memiliki kualitas yang jelas dan sesuai dengan identitas bisnis.
Memeriksa Merek yang Akan Didaftarkan
Sebelum mengajukan permohonan, lakukan penelusuran terhadap merek yang sudah terdaftar atau sedang diajukan. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi kemungkinan persamaan pada nama, pengucapan, tampilan, maupun unsur lain yang relevan.
Sebagai contoh, perusahaan yang menggunakan merek untuk jasa pengecatan gedung perlu mempertimbangkan apakah terdapat merek lain dengan nama atau tampilan serupa dalam bidang jasa terkait. Hasil penelusuran awal tidak menjamin permohonan akan diterima, tetapi dapat membantu mengurangi risiko yang sebenarnya bisa diantisipasi.
Menentukan Kelas dan Uraian Jasa
Pemilihan Kelas 37 harus disesuaikan dengan kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan. Kelas ini secara umum mencakup jasa konstruksi, perbaikan, instalasi, dan pemeliharaan tertentu.
Contoh layanan yang dapat diperiksa kesesuaiannya meliputi jasa pengecatan bangunan, perbaikan dinding, pemeliharaan bagian bangunan, serta pekerjaan perawatan fasilitas yang relevan.
Namun, tidak semua layanan pembersihan otomatis masuk Kelas 37. Jenis pekerjaan, objek yang dibersihkan, dan sifat layanan perlu diperiksa berdasarkan klasifikasi yang berlaku. Apabila perusahaan juga menyediakan jasa kebersihan rutin, pengelolaan fasilitas, atau layanan lain di luar lingkup Kelas 37, kemungkinan kebutuhan kelas tambahan perlu dievaluasi.
Menyiapkan Dokumen Permohonan
Setelah merek dan uraian jasa ditentukan, pemohon perlu menyiapkan data serta dokumen sesuai persyaratan yang berlaku. Persiapan ini umumnya mencakup identitas pemohon, alamat, nama atau label merek, serta rincian jasa yang dimohonkan perlindungannya.
Periksa kembali ejaan nama, tampilan logo, dan kesesuaian data sebelum permohonan dikirimkan. Kesalahan administrasi dapat menimbulkan kebutuhan perbaikan atau menghambat kelancaran proses.
Mengajukan Permohonan dan Memantau Prosesnya
Permohonan diajukan melalui saluran resmi DJKI dengan mengikuti prosedur dan pembayaran biaya yang berlaku. Setelah diajukan, pemohon perlu memantau status permohonan serta memperhatikan pemberitahuan resmi yang berkaitan dengan pemeriksaan atau tahapan berikutnya.
Pendaftaran merek bukan proses yang otomatis berakhir dengan persetujuan. Permohonan dapat menghadapi keberatan, penolakan, atau persoalan lain berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mendaftarkan Merek Kelas 37
Kesalahan dalam persiapan dapat memengaruhi kelancaran permohonan merek. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu memperhatikan beberapa hal berikut.
Tidak Memeriksa Persamaan Merek
Menggunakan nama yang mirip dengan merek lain tanpa melakukan penelusuran awal dapat meningkatkan risiko sengketa atau penolakan. Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada nama yang sama persis, tetapi juga mempertimbangkan persamaan bunyi, tampilan, dan unsur lain yang relevan.
Salah Menentukan Klasifikasi Jasa
Bisnis pengecatan bangunan, perbaikan gedung, dan pemeliharaan fasilitas mungkin memiliki jenis layanan yang berbeda. Pemohon sebaiknya tidak memilih kelas hanya berdasarkan istilah yang digunakan dalam promosi.
Apabila usaha memiliki beberapa layanan, periksa klasifikasi masing-masing agar cakupan permohonan sesuai dengan kegiatan bisnis yang dijalankan.
Menggunakan Uraian Jasa yang Terlalu Umum
Uraian seperti “jasa bangunan” atau “jasa perawatan” mungkin belum cukup menjelaskan jenis layanan yang ditawarkan. Gunakan uraian yang lebih spesifik dan sesuai dengan klasifikasi resmi, tanpa mencantumkan layanan yang tidak benar-benar dijalankan.
Mengabaikan Informasi Resmi
Jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pihak ketiga. Periksa persyaratan, prosedur, dan perkembangan permohonan melalui kanal resmi DJKI agar informasi yang digunakan tetap relevan.
Menganggap Permohonan Pasti Disetujui
Pembayaran biaya dan pengajuan permohonan tidak menjamin merek akan terdaftar. Keputusan tetap bergantung pada pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pemohon sebaiknya menghindari promosi atau pernyataan yang menjanjikan keberhasilan pendaftaran secara mutlak.
Pentingnya Perlindungan Merek bagi Bisnis Pengecatan dan Pemeliharaan Fasilitas
Bisnis jasa pengecatan bangunan dan pemeliharaan fasilitas sering berhubungan langsung dengan pelanggan, pengelola properti, kontraktor, serta perusahaan yang membutuhkan layanan berkala. Identitas merek yang konsisten membantu pelanggan mengenali penyedia jasa dan membedakannya dari kompetitor.
Perlindungan merek juga dapat mendukung strategi pengembangan bisnis. Ketika perusahaan memperluas wilayah layanan, menambah tenaga kerja, atau mengikuti pengadaan proyek, merek dapat menjadi bagian penting dari identitas profesional perusahaan.
Merek yang terdaftar memberikan hak sesuai ruang lingkup perlindungan dan peraturan yang berlaku. Namun, pendaftaran merek tidak menggantikan kewajiban perusahaan untuk memenuhi standar pekerjaan, keselamatan kerja, perizinan usaha, maupun ketentuan lain yang relevan.
Bagi pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan, informasi mengenai jasa daftar merek HKI dapat dijadikan salah satu referensi. Sebelum menggunakan layanan pihak ketiga, pastikan biaya, tahapan kerja, dokumen, dan ruang lingkup layanan dijelaskan secara transparan.
Tips agar Pengajuan Merek Kelas 37 Lebih Terencana
Agar proses pendaftaran lebih teratur, pelaku usaha dapat menerapkan beberapa langkah berikut.
- Pilih nama yang memiliki daya pembeda. Hindari nama yang hanya menjelaskan jenis jasa secara umum tanpa unsur pembeda yang memadai.
- Sesuaikan uraian dengan layanan sebenarnya. Pastikan jenis jasa yang dicantumkan sesuai dengan kegiatan usaha dan klasifikasi yang berlaku.
- Lakukan penelusuran sebelum mengajukan. Pemeriksaan awal dapat membantu mengidentifikasi potensi persamaan dengan merek lain.
- Siapkan dokumen sejak awal. Periksa kembali identitas pemohon, nama merek, logo, dan rincian jasa.
- Simpan bukti permohonan. Dokumentasikan nomor permohonan, bukti pembayaran, dan komunikasi resmi agar mudah ditemukan ketika diperlukan.
- Pantau status permohonan. Perhatikan pemberitahuan resmi dan tindak lanjuti sesuai tenggat waktu yang berlaku.
- Gunakan bantuan profesional secara bijak. Jika membutuhkan pendampingan, pilih penyedia jasa yang menjelaskan proses dan risiko secara terbuka, bukan yang menjanjikan hasil pasti.
Apabila di kemudian hari terjadi perubahan kepemilikan merek, pemilik dapat mempelajari informasi mengenai jasa pengalihan merek HKI. Sementara itu, untuk merek yang mendekati berakhirnya masa perlindungan, informasi tentang jasa perpanjang merek HAKI dapat membantu memahami tahapan administrasi perpanjangan.
Jika terdapat keputusan terkait permohonan yang hendak ditanggapi melalui mekanisme hukum yang tersedia, pelajari prosedur yang sesuai dan pertimbangkan pendampingan melalui jasa banding merek HKI. Ketersediaan upaya hukum bergantung pada jenis keputusan, status perkara, dan persyaratan yang berlaku.
Kesimpulan
Pendaftaran merek Kelas 37 merupakan salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan oleh pelaku usaha jasa pengecatan bangunan, pembersihan gedung, dan pemeliharaan fasilitas untuk membangun identitas bisnis serta mengajukan perlindungan hukum atas mereknya.
Hal terpenting sebelum mengajukan permohonan adalah memilih merek yang memiliki daya pembeda, memeriksa kemungkinan persamaan dengan merek lain, dan memastikan uraian jasa sesuai dengan klasifikasi yang berlaku. Layanan pembersihan tertentu dapat memiliki klasifikasi berbeda sehingga perlu diperiksa berdasarkan sifat pekerjaannya.
Dengan persiapan yang cermat, pemilik usaha dapat menjalani proses permohonan secara lebih terarah. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada pada pihak berwenang sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.
KONSULTASI GRATIS!
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
Website: www.hakcipta.co.id
FAQ
1. Apa itu pendaftaran merek Kelas 37?
Pendaftaran merek Kelas 37 adalah pengajuan perlindungan merek untuk jasa yang termasuk dalam kelompok konstruksi, perbaikan, instalasi, dan pemeliharaan tertentu sesuai klasifikasi yang berlaku.
2. Apakah jasa pengecatan bangunan dapat didaftarkan pada Kelas 37?
Jasa pengecatan bangunan dapat dipertimbangkan dalam Kelas 37. Pemohon tetap perlu memastikan uraian jasa yang digunakan sesuai dengan klasifikasi resmi.
3. Apakah jasa pembersihan gedung termasuk Kelas 37?
Sebagian layanan pembersihan gedung dapat berkaitan dengan Kelas 37, terutama yang berhubungan dengan bagian luar bangunan atau pekerjaan pemeliharaan tertentu. Klasifikasi harus diperiksa berdasarkan jenis layanan yang sebenarnya.
4. Apakah jasa pemeliharaan fasilitas dapat menggunakan Kelas 37?
Dapat dipertimbangkan apabila layanan tersebut termasuk pekerjaan perbaikan, instalasi, atau pemeliharaan yang tercakup dalam Kelas 37. Jenis layanan spesifik tetap perlu diperiksa.
5. Siapa yang berwenang memproses pendaftaran merek di Indonesia?
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) merupakan instansi yang menangani administrasi dan pemeriksaan permohonan merek sesuai ketentuan yang berlaku.
6. Apa saja yang perlu disiapkan untuk mendaftarkan merek?
Pemohon umumnya perlu menyiapkan identitas pemohon, nama atau label merek, alamat, serta uraian jasa yang dimohonkan. Persyaratan lengkap harus diperiksa melalui kanal resmi DJKI.
7. Apakah merek harus diperiksa sebelum didaftarkan?
Pemeriksaan awal sangat disarankan untuk mengidentifikasi kemungkinan persamaan dengan merek yang telah terdaftar atau lebih dahulu diajukan. Pemeriksaan ini tidak menjamin permohonan pasti diterima.
8. Apakah pendaftaran merek menjamin permohonan disetujui?
Tidak. Setiap permohonan tetap melalui pemeriksaan dan dapat menghadapi penolakan atau persoalan lain sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
9. Apakah satu merek dapat digunakan untuk beberapa jenis jasa?
Satu merek dapat diajukan untuk beberapa jenis jasa apabila uraian dan klasifikasinya memenuhi ketentuan. Jika jasa yang ditawarkan berada dalam kelas berbeda, pemohon mungkin perlu mengajukan permohonan pada kelas tambahan.
10. Bagaimana cara mengetahui informasi resmi pendaftaran merek?
Informasi mengenai prosedur, persyaratan, dan layanan pendaftaran dapat diperiksa melalui situs resmi DJKI. Pemohon juga dapat menggunakan pendampingan profesional, tetapi sebaiknya memahami biaya, ruang lingkup layanan, dan risiko prosesnya.




