Kelas Merek 26: Daftar Klasifikasi Barang dan Contoh Produknya – Dalam dunia bisnis, merek bukan sekadar nama atau logo, melainkan identitas yang membantu konsumen mengenali produk dan membedakannya dari produk pesaing. Bagi pelaku usaha yang memproduksi aksesori rambut, kancing, renda, pita, bros, dan berbagai perlengkapan menjahit, memahami klasifikasi barang merupakan salah satu langkah penting sebelum mendaftarkan merek.
Kelas Merek 26 dalam klasifikasi merek internasional mencakup berbagai barang seperti renda, kepang, pita, kancing, kait dan mata kait, peniti, jarum, bunga buatan, hiasan rambut, serta aksesori rambut tertentu. Klasifikasi ini membantu pemilik usaha menentukan kelompok barang yang sesuai dengan produk yang ingin dilindungi.
Melalui jasa pendaftaran merek dagang, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan untuk memahami klasifikasi barang, mempersiapkan informasi permohonan, dan mengikuti proses pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Artikel ini membahas pengertian Kelas Merek 26, daftar klasifikasi barang, 40 contoh produk beserta keterangannya, cara menentukan kelas yang tepat, serta pertanyaan yang sering diajukan pelaku usaha.
Apa Itu Kelas Merek 26?
Kelas Merek 26 adalah salah satu kelas dalam sistem klasifikasi barang untuk pendaftaran merek. Secara umum, kelas ini mencakup renda dan sulaman, pita dan kepang, kancing, kait dan mata kait, peniti, jarum, bunga buatan, serta hiasan dan aksesori rambut tertentu.
Barang dalam kelas ini banyak digunakan dalam industri fesyen, konveksi, kerajinan tangan, perlengkapan menjahit, dekorasi pakaian, dan aksesori pribadi.
Contohnya adalah kancing baju, ritsleting, pita dekoratif, renda pakaian, bros, jepit rambut, ikat rambut, bunga buatan, jarum jahit, dan peniti.
Untuk memastikan klasifikasi produk, pelaku usaha dapat memeriksa informasi kekayaan intelektual melalui situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI): https://www.dgip.go.id/.
Perlu diperhatikan bahwa penentuan kelas harus berdasarkan jenis barang dan deskripsi yang sesuai dengan klasifikasi resmi. Tidak semua produk yang digunakan untuk menjahit, menghias pakaian, atau membuat aksesori otomatis masuk Kelas 26.
Mengapa Klasifikasi Merek 26 Penting bagi Pelaku Usaha?
Pelaku usaha aksesori fesyen, perlengkapan jahit, dan kerajinan sering kali menjual banyak produk dengan fungsi yang berbeda. Penentuan kelas yang tepat membantu memastikan barang yang dicantumkan dalam permohonan sesuai dengan produk yang ingin dilindungi.
1. Membantu Menentukan Cakupan Perlindungan Merek
Pendaftaran merek dilakukan untuk barang atau jasa tertentu. Dengan memahami Kelas 26, pemilik usaha dapat mengidentifikasi apakah produknya sesuai dengan kelompok barang tersebut dan menyusun daftar barang secara lebih akurat.
2. Mendukung Identitas dan Reputasi Produk
Merek yang konsisten membantu konsumen mengenali produk, baik yang dijual secara langsung maupun melalui marketplace. Perlindungan merek dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan identitas bisnis dalam jangka panjang.
3. Membantu Mengurangi Risiko Kesalahan Pengajuan
Kesalahan dalam menentukan kelas atau menuliskan barang dapat menimbulkan kendala administratif. Pemeriksaan klasifikasi sebelum mengajukan permohonan membantu pelaku usaha mempersiapkan pengajuan dengan lebih terarah.
4. Mendukung Pengembangan Bisnis
Merek yang dikelola dengan baik dapat mendukung pemasaran, kerja sama dengan distributor, dan pengembangan lini produk. Untuk bisnis yang berkembang dari aksesori rambut ke produk fesyen lain, penentuan kelas tambahan mungkin perlu dipertimbangkan.
Daftar Klasifikasi Barang Kelas Merek 26
Secara umum, Kelas 26 mencakup beberapa kelompok barang berikut.
- Renda dan sulaman — bahan atau hiasan dekoratif yang digunakan pada pakaian dan produk tekstil.
- Pita dan kepang — bahan dekoratif untuk pakaian, kerajinan, dan aksesori.
- Kancing — komponen pengancing pakaian atau barang tertentu.
- Kait dan mata kait — perangkat pengancing yang digunakan pada pakaian atau aksesori.
- Peniti dan jarum — perlengkapan tertentu untuk menjahit, memasang, atau menahan bahan.
- Ritsleting — perangkat pengancing yang umumnya digunakan pada pakaian, tas, dan barang sejenis.
- Bunga buatan — bunga dekoratif yang dibuat dari bahan buatan.
- Aksesori rambut — misalnya jepit, ikat, dan hiasan rambut tertentu.
- Hiasan pakaian — ornamen atau aplikasi dekoratif yang sesuai dengan cakupan kelas.
- Barang dekoratif dan perlengkapan lain yang tercantum dalam daftar resmi Kelas 26.
Daftar tersebut merupakan ringkasan kategori umum, bukan keseluruhan daftar resmi. Untuk memastikan barang tertentu termasuk Kelas 26, pemohon perlu memeriksa deskripsi barang pada klasifikasi yang berlaku.

Contoh Produk Kelas Merek 26 beserta Keterangannya
Berikut empat kelompok contoh produk yang umum dijumpai dalam industri aksesori, fesyen, perlengkapan jahit, dan kerajinan. Setiap kelompok berisi 10 produk beserta penjelasannya.
A. Produk Kancing, Pengancing, dan Perlengkapan Menjahit
Kelompok ini mencakup berbagai komponen yang digunakan untuk mengancingkan, menyambungkan, atau mendukung proses pembuatan pakaian.
- Kancing baju
Komponen kecil yang dipasang pada pakaian untuk membantu menutup atau mengancingkan bagian tertentu. - Kancing dekoratif
Kancing yang dirancang dengan bentuk, warna, atau motif tertentu untuk menambah nilai estetika pakaian. - Kancing tekan
Pengancing yang terdiri atas bagian-bagian yang saling mengunci ketika ditekan dan sering digunakan pada pakaian atau aksesori tertentu. - Kait dan mata kait pakaian
Perangkat pengancing yang umumnya terdiri atas kait dan pasangannya untuk menutup bagian pakaian. - Ritsleting
Pengancing dengan gigi atau elemen yang saling bertaut melalui kepala ritsleting, sering digunakan pada jaket, celana, dan tas. - Peniti
Perangkat dengan ujung runcing dan pengunci yang digunakan untuk menahan kain atau memasang bahan sementara. - Jarum jahit
Jarum dengan lubang benang yang digunakan untuk menjahit bahan secara manual. - Jarum sulam
Jarum yang digunakan untuk membuat sulaman atau hiasan benang pada kain. - Kancing manset
Pengancing dekoratif yang digunakan pada manset kemeja tertentu. - Mata kait pengancing
Bagian pasangan pengancing yang dirancang untuk menerima kait dan membantu menutup pakaian.
Catatan: beberapa perlengkapan menjahit dapat diklasifikasikan berbeda menurut bentuk, fungsi, dan jenis barangnya. Karena itu, periksa daftar resmi sebelum menentukan kelas.
B. Produk Pita, Renda, Sulaman, dan Hiasan Tekstil
Produk dalam kelompok ini banyak digunakan untuk mempercantik pakaian, aksesori, dekorasi, dan hasil kerajinan.
- Pita satin
Pita dengan permukaan halus dan mengilap yang digunakan untuk hiasan pakaian, aksesori, atau kemasan dekoratif. - Pita grosgrain
Pita dengan tekstur beralur yang sering digunakan untuk membuat aksesori rambut, hiasan, dan kerajinan. - Pita dekoratif
Pita yang dirancang dengan warna, motif, atau tekstur tertentu untuk keperluan ornamen. - Renda pakaian
Bahan dekoratif berlubang atau bermotif yang dipasang pada pakaian, kerudung, atau produk tekstil tertentu. - Renda bordir
Renda yang memiliki pola hiasan hasil proses bordir atau teknik dekoratif lainnya. - Sulaman dekoratif
Hiasan berupa pola benang yang dibuat pada kain untuk memperindah pakaian atau produk tekstil. - Aplikasi kain dekoratif
Ornamen berbahan tekstil yang ditempel atau dijahit pada pakaian sebagai hiasan. - Kepang dekoratif
Bahan berbentuk jalinan yang digunakan sebagai hiasan pada pakaian, aksesori, atau kerajinan. - Pita bermotif
Pita dengan cetakan atau pola tertentu untuk keperluan dekorasi dan pembuatan aksesori. - Hiasan tekstil untuk pakaian
Elemen dekoratif yang dirancang untuk memperindah pakaian dan termasuk dalam cakupan klasifikasi Kelas 26.
Jenis bahan dekoratif perlu diperiksa berdasarkan bentuk barangnya. Kain mentah, pakaian jadi, dan bahan tekstil tertentu dapat berada dalam kelas berbeda.
C. Produk Aksesori Rambut
Aksesori rambut merupakan salah satu kelompok produk yang umum dikaitkan dengan Kelas 26. Barang-barang ini digunakan untuk menata, mengikat, atau menghias rambut.
- Jepit rambut
Aksesori untuk menahan sebagian rambut agar tetap berada pada posisi tertentu. - Ikat rambut
Aksesori elastis atau berbahan lain yang digunakan untuk mengikat rambut. - Bando
Aksesori yang dikenakan di kepala untuk menahan rambut atau sebagai hiasan. - Jepit rambut dekoratif
Jepit rambut yang dilengkapi ornamen, motif, atau elemen hiasan untuk memperindah penampilan. - Tusuk konde
Aksesori yang digunakan untuk membantu menahan atau membentuk sanggul. - Sisir hias untuk rambut
Sisir dekoratif yang digunakan untuk menata atau menghias rambut, dengan klasifikasi yang perlu diperiksa berdasarkan jenis barangnya. - Mahkota rambut dekoratif
Aksesori yang dikenakan di kepala untuk keperluan dekorasi, acara, atau penataan rambut. - Klip rambut
Perangkat yang menjepit rambut agar tetap tertata atau tidak menutupi bagian wajah. - Ikat rambut berbentuk scrunchie
Pengikat rambut yang dilapisi kain untuk memberikan tampilan dekoratif sekaligus membantu mengikat rambut. - Rambut palsu
Produk rambut buatan yang digunakan untuk mengubah atau menambah tampilan rambut dan termasuk kelompok yang relevan dengan Kelas 26.
Untuk aksesori kepala, penting membedakan barang dekoratif, alat penata rambut, penutup kepala, dan produk kosmetik karena klasifikasinya tidak selalu sama.
D. Produk Bunga Buatan, Bros, dan Ornamen Dekoratif
Kelompok ini mencakup barang dekoratif yang digunakan untuk menghias pakaian, aksesori, atau kebutuhan tertentu.
- Bunga buatan
Bunga yang dibuat dari bahan seperti kain, plastik, atau material lain untuk keperluan dekorasi. - Bros dekoratif
Aksesori yang dikenakan pada pakaian atau kain untuk memperindah penampilan. - Bunga kain
Ornamen berbentuk bunga yang dibuat dari kain dan dapat dipasang pada pakaian atau aksesori. - Bunga buatan untuk hiasan pakaian
Bunga dekoratif yang dirancang sebagai ornamen pada gaun, kerudung, atau aksesori fesyen. - Aplikasi payet dekoratif
Ornamen kecil yang digunakan untuk menghias pakaian atau produk tekstil, sepanjang termasuk dalam cakupan klasifikasi terkait. - Hiasan manik-manik untuk pakaian
Elemen dekoratif yang dipasang pada pakaian atau aksesori untuk menghasilkan pola dan tampilan tertentu. - Ornamen pakaian
Hiasan yang dirancang untuk menambah nilai estetika pada pakaian dan aksesori. - Hiasan bunga untuk aksesori rambut
Bunga buatan yang dipasang pada jepit, bando, atau aksesori rambut lainnya. - Bunga buatan untuk dekorasi aksesori
Produk bunga sintetis yang digunakan untuk mempercantik aksesori fesyen atau kerajinan tertentu. - Hiasan dekoratif berbentuk pita atau bunga
Ornamen yang dibuat untuk memperindah pakaian atau aksesori dan dapat termasuk Kelas 26 sesuai deskripsi barangnya.
Beberapa ornamen, manik-manik, dan payet dapat memiliki klasifikasi berbeda berdasarkan sifat, bahan, atau bentuk penjualannya. Pastikan deskripsi produk diperiksa pada daftar barang resmi.
Cara Menentukan Kelas Merek 26 yang Tepat
Agar proses pendaftaran lebih terarah, pelaku usaha dapat mengikuti langkah-langkah berikut.
1. Identifikasi Barang yang Dijual
Tuliskan nama produk secara spesifik. Misalnya, kancing baju, pita satin, jepit rambut, atau bunga buatan. Hindari hanya menggunakan istilah umum seperti “aksesori” apabila jenis barang dapat dijelaskan lebih detail.
2. Periksa Klasifikasi Resmi
Gunakan sumber informasi resmi DJKI dan daftar klasifikasi barang yang berlaku. Pastikan produk yang ingin dilindungi sesuai dengan cakupan Kelas 26.
3. Lakukan Penelusuran Merek
Periksa apakah ada merek terdahulu yang memiliki persamaan dengan merek yang ingin diajukan. Penelusuran awal dapat membantu mengidentifikasi risiko, tetapi tidak menjamin permohonan akan diterima.
4. Siapkan Informasi Permohonan
Siapkan identitas pemohon, nama atau logo merek, serta daftar barang yang ingin dicantumkan. Pastikan informasi sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
5. Ajukan Permohonan dan Pantau Prosesnya
Permohonan diajukan melalui mekanisme resmi. Setelah pengajuan, pemohon perlu memantau status dan menindaklanjuti tahapan pemeriksaan jika diperlukan.
Pendaftaran merek tidak otomatis menjamin persetujuan. Permohonan tetap diperiksa berdasarkan peraturan dan kondisi merek yang diajukan.
Mengapa Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek Dagang?
Pelaku usaha terkadang mengalami kesulitan dalam menentukan kelas, menyusun daftar barang, atau memahami tahapan administrasi pendaftaran. Pendampingan dapat membantu proses persiapan menjadi lebih terarah.
Melalui jasa pendaftaran merek dagang, pelaku usaha dapat memperoleh bantuan untuk:
- Meninjau jenis produk dan klasifikasi barang yang relevan.
- Menyiapkan informasi yang diperlukan untuk permohonan.
- Melakukan penelusuran awal terhadap merek yang berpotensi serupa.
- Memahami alur administrasi pendaftaran.
- Mengetahui langkah tindak lanjut apabila terdapat kendala selama proses.
Pendampingan profesional bukan jaminan bahwa merek pasti disetujui. Keputusan tetap bergantung pada pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Layanan PERMATAMAS untuk Legalitas dan Merek Usaha
PERMATAMAS menyediakan layanan pendampingan untuk pelaku usaha yang ingin mempersiapkan legalitas bisnis dan perlindungan merek sesuai kebutuhannya.
Layanan yang dapat dipertimbangkan meliputi:
- Jasa Pendirian PT — pendampingan pendirian badan usaha sesuai kebutuhan bisnis.
- Jasa Pendaftaran Merek — pendampingan persiapan dan proses permohonan pendaftaran merek.
- Jasa Perpanjang Merek — pendampingan terkait perpanjangan perlindungan merek sesuai ketentuan.
Sebelum berkonsultasi, siapkan nama merek, jenis barang yang dijual, serta informasi mengenai rencana penggunaan merek. Informasi tersebut membantu kebutuhan pendaftaran ditinjau dengan lebih tepat.
Kesimpulan
Kelas Merek 26 mencakup berbagai barang seperti renda, sulaman, pita, kancing, ritsleting, jarum, peniti, bunga buatan, aksesori rambut, dan sejumlah hiasan dekoratif. Klasifikasi yang tepat membantu pelaku usaha menyusun daftar barang yang sesuai dengan produk yang ingin dilindungi.
Bagi pemilik usaha aksesori, perlengkapan jahit, dan produk kerajinan, jasa pendaftaran merek dagang dapat menjadi pilihan untuk memperoleh pendampingan dalam memahami klasifikasi dan menyiapkan permohonan. Namun, deskripsi barang tetap harus diperiksa berdasarkan klasifikasi resmi, dan hasil pendaftaran bergantung pada proses pemeriksaan yang berlaku.
Lindungi identitas bisnis Anda dengan persiapan pendaftaran merek yang cermat. Hubungi PERMATAMAS untuk mendiskusikan kebutuhan merek sesuai jenis produk yang Anda miliki.
KONSULTASI GRATIS
FAQ: Kelas Merek 26
1. Apa itu Kelas Merek 26?
Kelas Merek 26 adalah klasifikasi barang yang secara umum mencakup renda, sulaman, pita, kancing, kait dan mata kait, peniti, jarum, bunga buatan, serta hiasan dan aksesori rambut tertentu.
2. Produk apa saja yang termasuk Kelas Merek 26?
Contohnya kancing baju, ritsleting, pita satin, renda pakaian, jarum jahit, peniti, jepit rambut, ikat rambut, bros, dan bunga buatan. Setiap produk tetap perlu diperiksa berdasarkan daftar klasifikasi resmi.
3. Apakah aksesori rambut masuk Kelas 26?
Banyak aksesori rambut, seperti jepit rambut, ikat rambut, dan hiasan rambut tertentu, termasuk Kelas 26. Namun, alat penata rambut atau produk perawatan rambut dapat memiliki klasifikasi berbeda.
4. Apakah kancing baju dan ritsleting termasuk Kelas 26?
Pada umumnya, kancing dan ritsleting termasuk barang yang relevan dengan Kelas 26. Deskripsi barang yang akan dicantumkan tetap perlu disesuaikan dengan klasifikasi resmi.
5. Apakah bunga buatan termasuk Kelas 26?
Bunga buatan umumnya termasuk Kelas 26, termasuk jenis tertentu yang digunakan sebagai ornamen pakaian atau aksesori. Klasifikasi dapat bergantung pada sifat dan tujuan barangnya.
6. Apakah kain dan pakaian jadi masuk Kelas 26?
Tidak secara otomatis. Pakaian jadi dan kain sebagai bahan tekstil umumnya berada dalam kelas berbeda. Kelas 26 lebih berfokus pada barang seperti renda, pita, kancing, dan ornamen tertentu.
7. Bagaimana cara menentukan kelas merek yang tepat?
Identifikasi produk secara spesifik, periksa daftar klasifikasi resmi DJKI, dan sesuaikan deskripsi barang dengan produk yang benar-benar dijual atau direncanakan untuk dipasarkan.
8. Apakah satu merek dapat didaftarkan untuk beberapa produk Kelas 26?
Satu permohonan dapat mencakup beberapa jenis barang dalam kelas yang sama sepanjang daftar barang memenuhi ketentuan yang berlaku. Barang di kelas berbeda mungkin memerlukan permohonan tambahan.
9. Apakah menggunakan jasa pendaftaran merek dagang menjamin merek diterima?
Tidak. Pendampingan dapat membantu persiapan dan pemahaman prosedur, tetapi keputusan akhir bergantung pada hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.
10. Di mana dapat memeriksa informasi resmi pendaftaran merek?
Informasi mengenai layanan kekayaan intelektual dapat diperoleh melalui situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di https://www.dgip.go.id/.

