Kelas Merek 27: Daftar Klasifikasi Barang dan Contoh Produknya – Dalam industri perlengkapan rumah, dekorasi interior, dan material penutup lantai, merek memiliki peran penting untuk membedakan produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen. Produk seperti karpet, permadani, tikar, keset, wallpaper, dan pelapis lantai memiliki karakteristik serta fungsi yang berbeda. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami klasifikasi barang sebelum mengajukan pendaftaran merek.
Kelas Merek 27 merupakan salah satu kelas dalam sistem klasifikasi merek yang secara umum mencakup karpet, permadani, keset, tikar, linoleum, serta penutup lantai dan pelapis dinding yang bukan berbahan tekstil. Klasifikasi yang tepat membantu pemilik usaha menentukan jenis barang yang ingin dicantumkan dalam permohonan merek.
Melalui jasa pendaftaran merek dagang, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan untuk memahami klasifikasi barang, menyiapkan informasi permohonan, dan mengikuti tahapan pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Artikel ini membahas pengertian Kelas Merek 27, daftar klasifikasi barang, 40 contoh produk beserta keterangannya, cara menentukan kelas yang sesuai, serta pertanyaan umum seputar pendaftaran merek.
Apa Itu Kelas Merek 27?
Kelas Merek 27 adalah kelompok klasifikasi barang yang mencakup berbagai penutup lantai dan pelapis dinding yang tidak termasuk dalam kelompok tekstil, seperti karpet, permadani, tikar, keset, linoleum, serta pelapis lantai tertentu.
Barang-barang dalam kelas ini umumnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, perkantoran, hotel, tempat usaha, ruang komersial, dan dekorasi interior.
Contoh produk yang sering dikaitkan dengan Kelas 27 antara lain:
- Karpet untuk ruang tamu atau kamar tidur.
- Permadani dekoratif.
- Keset untuk pintu masuk.
- Tikar untuk berbagai keperluan.
- Penutup lantai berbahan linoleum.
- Pelapis lantai vinil tertentu.
- Wallpaper atau pelapis dinding yang bukan berbahan tekstil.
- Penutup lantai untuk area tertentu.
- Alas lantai dekoratif.
- Penutup lantai dengan fungsi khusus yang sesuai dengan klasifikasi resmi.
Untuk memastikan klasifikasi barang yang tepat, pelaku usaha dapat mengakses informasi resmi melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di https://www.dgip.go.id/.
Penting untuk diperhatikan bahwa tidak semua produk yang digunakan untuk lantai atau dinding otomatis masuk Kelas 27. Misalnya, ubin keramik, papan kayu sebagai bahan konstruksi, dan produk tekstil tertentu dapat masuk kelas berbeda berdasarkan jenis serta karakteristik barangnya.
Mengapa Klasifikasi Merek 27 Penting bagi Pelaku Usaha?
Pelaku usaha di bidang dekorasi interior dan perlengkapan rumah perlu memastikan merek yang diajukan sesuai dengan produk yang dijual. Pemilihan kelas bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian dari strategi perlindungan identitas bisnis.
1. Membantu Menentukan Cakupan Perlindungan Merek
Pendaftaran merek dilakukan untuk barang atau jasa tertentu. Penentuan Kelas 27 yang tepat membantu pemilik usaha menyusun daftar barang yang relevan dengan produk yang ingin dilindungi.
2. Membangun Identitas Produk
Merek membantu konsumen mengenali produk karpet, keset, tikar, atau pelapis dinding dari suatu produsen. Identitas yang konsisten juga mendukung strategi pemasaran dan reputasi usaha.
3. Mendukung Pengembangan Bisnis
Ketika bisnis berkembang dari penjualan karpet ke berbagai perlengkapan dekorasi interior, pemilik usaha perlu mengevaluasi apakah produk baru masih berada dalam kelas yang sama atau membutuhkan klasifikasi tambahan.
4. Mengurangi Risiko Kesalahan Pengajuan
Penelusuran dan pemeriksaan klasifikasi sebelum mendaftar dapat membantu mengurangi kesalahan dalam penentuan barang. Meski demikian, pemeriksaan awal tidak menjamin permohonan disetujui karena keputusan tetap berdasarkan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum.
Daftar Klasifikasi Barang Kelas Merek 27
Secara umum, Kelas 27 mencakup beberapa kelompok barang berikut.
- Karpet — penutup lantai untuk kebutuhan rumah, kantor, atau ruang komersial.
- Permadani — penutup lantai yang dapat memiliki fungsi dekoratif maupun fungsional.
- Keset — alas yang diletakkan di area tertentu, misalnya di depan pintu.
- Tikar — alas lantai yang dibuat dari berbagai bahan sesuai karakteristik produk.
- Linoleum — material penutup lantai yang digunakan pada ruang tertentu.
- Penutup lantai bukan berbahan tekstil — berbagai jenis pelapis lantai yang termasuk dalam cakupan kelas ini.
- Pelapis lantai vinil tertentu — produk pelapis lantai yang sesuai dengan deskripsi klasifikasi resmi.
- Wallpaper bukan tekstil — pelapis dinding dekoratif yang tidak terbuat dari bahan tekstil.
- Alas lantai dekoratif — produk untuk menutup atau memperindah permukaan lantai.
- Penutup lantai khusus tertentu — produk yang termasuk dalam daftar barang resmi Kelas 27 berdasarkan sifat dan kegunaannya.
Daftar di atas merupakan ringkasan kategori umum, bukan keseluruhan daftar klasifikasi resmi. Barang yang memiliki fungsi serupa dapat masuk kelas berbeda jika sifat, bahan, atau penggunaannya berbeda.

Contoh Produk Kelas Merek 27 beserta Keterangannya
Berikut empat kelompok contoh produk yang dapat menjadi referensi awal bagi pelaku usaha perlengkapan rumah dan dekorasi interior. Setiap kelompok berisi 10 produk dengan penjelasannya.
A. Produk Karpet dan Permadani
Karpet dan permadani banyak digunakan untuk menutup permukaan lantai sekaligus menambah kenyamanan dan estetika ruangan.
- Karpet ruang tamu
Karpet yang digunakan di ruang tamu untuk memberikan kenyamanan saat berjalan sekaligus memperindah interior. - Karpet kamar tidur
Karpet yang ditempatkan di kamar tidur, misalnya di sisi tempat tidur atau area tertentu. - Karpet kantor
Karpet untuk ruang kerja, ruang rapat, atau area perkantoran yang dirancang sesuai kebutuhan interior. - Karpet dekoratif
Karpet dengan motif, warna, atau bentuk tertentu yang berfungsi memperkuat tampilan dekorasi ruangan. - Permadani motif tradisional
Permadani dengan pola yang terinspirasi dari desain tradisional atau budaya tertentu. - Permadani modern
Permadani dengan desain kontemporer yang digunakan pada rumah, apartemen, atau ruang komersial. - Karpet lorong
Karpet berbentuk memanjang yang digunakan pada koridor atau jalur di dalam bangunan. - Karpet area makan
Karpet yang ditempatkan di area meja makan untuk menunjang tampilan interior, dengan mempertimbangkan kemudahan perawatan. - Karpet anak
Karpet yang dirancang untuk kamar atau area bermain anak, biasanya dengan motif dan warna menarik. - Permadani dekorasi ruang komersial
Permadani yang digunakan untuk memperindah area seperti lobi, ruang tunggu, atau ruang penerima tamu.
Klasifikasi produk karpet dan permadani perlu disesuaikan dengan jenis barang yang benar-benar dijual. Karpet yang termasuk dalam kategori tekstil untuk keperluan tertentu dapat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
B. Produk Keset dan Tikar
Keset dan tikar digunakan sebagai alas pada area tertentu, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun ruang usaha.
- Keset pintu masuk
Alas yang ditempatkan di depan pintu untuk membantu mengurangi kotoran yang terbawa dari luar. - Keset dekoratif
Keset dengan desain khusus yang digunakan untuk menambah estetika pintu masuk atau area tertentu. - Keset antiselip
Keset yang dirancang agar tidak mudah bergeser, sesuai karakteristik material dan permukaan alasnya. - Keset kamar mandi
Alas yang digunakan di area kamar mandi untuk memberikan kenyamanan dan membantu menyerap air, dengan klasifikasi yang perlu diperiksa berdasarkan jenis produknya. - Keset dapur
Alas yang ditempatkan di area dapur untuk membantu memberikan kenyamanan ketika berdiri. - Tikar ruang keluarga
Alas yang digunakan untuk duduk atau beraktivitas di ruang keluarga. - Tikar lipat
Tikar yang dirancang agar dapat dilipat sehingga lebih mudah disimpan atau dibawa. - Tikar piknik
Alas untuk kegiatan luar ruangan seperti piknik, sesuai bahan dan karakteristik produk. - Tikar dekoratif
Tikar dengan motif atau warna yang digunakan sebagai elemen dekorasi interior. - Tikar untuk area duduk
Alas yang digunakan untuk menyediakan permukaan duduk di rumah atau area tertentu.
Keset atau tikar tidak otomatis masuk Kelas 27 hanya karena digunakan di lantai. Barang berbahan tekstil atau barang dengan fungsi khusus perlu diperiksa menurut daftar klasifikasi resmi.
C. Produk Penutup Lantai dan Pelapis Lantai
Kelompok ini mencakup sejumlah material yang digunakan untuk menutup permukaan lantai dan memberikan tampilan tertentu pada ruangan.
- Penutup lantai linoleum
Material penutup lantai yang digunakan pada bangunan untuk menghasilkan permukaan lantai tertentu. - Pelapis lantai vinil
Material pelapis lantai yang dapat digunakan pada rumah atau ruang komersial sesuai spesifikasi produk. - Lembaran penutup lantai dekoratif
Lembaran pelapis lantai dengan motif atau tampilan tertentu untuk kebutuhan interior. - Penutup lantai gulungan
Produk pelapis lantai yang dipasarkan dalam bentuk gulungan agar dapat dipotong sesuai ukuran area. - Penutup lantai bermotif kayu
Pelapis lantai yang memiliki tampilan menyerupai serat kayu, sesuai jenis dan klasifikasi barangnya. - Penutup lantai bermotif batu
Pelapis lantai yang dirancang menyerupai tampilan batu alam atau material sejenis. - Penutup lantai dekoratif untuk ruang komersial
Pelapis lantai yang digunakan pada toko, ruang pamer, atau area usaha tertentu. - Penutup lantai untuk area bermain
Produk penutup lantai yang dirancang untuk area bermain, dengan klasifikasi berdasarkan sifat dan fungsi spesifiknya. - Alas lantai dekoratif modular
Produk penutup lantai yang terdiri atas beberapa bagian yang dapat disusun sesuai kebutuhan, bergantung pada karakteristik produknya. - Penutup lantai untuk area pameran
Pelapis permukaan lantai yang digunakan untuk membantu menciptakan tampilan area pameran atau kegiatan tertentu.
Catatan: penutup lantai berbahan vinil, material komposit, atau bahan lain perlu diperiksa berdasarkan deskripsi resmi. Produk konstruksi, ubin, papan lantai, dan bahan bangunan tidak otomatis berada dalam Kelas 27.
D. Produk Wallpaper dan Pelapis Dinding Bukan Tekstil
Kelas 27 juga mencakup pelapis dinding tertentu yang bukan berbahan tekstil. Produk ini digunakan untuk memperindah interior dan mengubah tampilan permukaan dinding.
- Wallpaper polos
Pelapis dinding dengan warna tunggal yang digunakan untuk menciptakan tampilan interior sederhana. - Wallpaper bermotif bunga
Pelapis dinding dengan pola bunga untuk memberikan nuansa dekoratif pada ruangan. - Wallpaper motif geometris
Pelapis dinding dengan pola garis, lingkaran, atau bentuk geometris lainnya. - Wallpaper motif kayu
Pelapis dinding yang menampilkan visual serat kayu sebagai elemen dekorasi interior. - Wallpaper motif batu bata
Pelapis dinding yang memberikan tampilan menyerupai susunan batu bata. - Wallpaper motif marmer
Pelapis dinding dengan pola yang menyerupai permukaan marmer. - Wallpaper dekoratif untuk ruang tamu
Pelapis dinding yang dirancang untuk menonjolkan tampilan ruang tamu. - Wallpaper untuk kamar tidur
Pelapis dinding yang dipilih untuk menciptakan suasana tertentu di dalam kamar tidur. - Wallpaper untuk ruang komersial
Pelapis dinding yang digunakan pada toko, kantor, hotel, atau ruang usaha sesuai kebutuhan dekorasi. - Pelapis dinding dekoratif bukan tekstil
Produk untuk menutup dan memperindah permukaan dinding yang sesuai dengan deskripsi barang dalam Kelas 27.
Perlu dibedakan antara wallpaper bukan tekstil dengan kain pelapis dinding atau produk tekstil lainnya. Bahan dan karakteristik barang dapat memengaruhi penentuan kelas.
Cara Menentukan Kelas Merek 27 yang Tepat
Sebelum mendaftarkan merek, pelaku usaha sebaiknya memeriksa jenis produk secara spesifik. Langkah ini membantu menyusun permohonan yang sesuai dengan barang yang ingin dilindungi.
1. Identifikasi Produk yang Dijual
Tuliskan nama produk secara jelas, misalnya karpet ruang tamu, keset pintu, tikar lipat, pelapis lantai vinil, atau wallpaper bukan tekstil.
2. Periksa Daftar Klasifikasi Resmi
Gunakan sumber resmi DJKI dan daftar klasifikasi barang yang berlaku. Periksa apakah deskripsi produk sesuai dengan cakupan Kelas 27.
3. Lakukan Penelusuran Merek
Telusuri merek yang sudah terdaftar atau sedang diajukan untuk mengetahui apakah terdapat merek yang berpotensi memiliki persamaan. Penelusuran awal bukan jaminan bahwa merek akan disetujui.
4. Siapkan Informasi dan Dokumen
Siapkan identitas pemohon, nama atau logo merek, serta daftar barang yang akan dicantumkan. Pastikan informasi yang disampaikan akurat dan sesuai persyaratan.
5. Ajukan Permohonan dan Pantau Statusnya
Ajukan permohonan melalui mekanisme resmi, kemudian pantau status pemeriksaan dan tindak lanjuti jika terdapat permintaan atau kendala administrasi.
Pendaftaran merek tidak menjamin persetujuan secara otomatis. Setiap permohonan tetap diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Mengapa Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek Dagang?
Pelaku usaha terkadang menghadapi kendala ketika menentukan kelas, menyusun daftar barang, atau memahami prosedur pendaftaran. Pendampingan dapat membantu proses persiapan menjadi lebih terarah.
Melalui jasa pendaftaran merek dagang, pelaku usaha dapat memperoleh bantuan untuk:
- Meninjau jenis barang dan klasifikasi yang relevan.
- Membantu menyiapkan informasi permohonan.
- Mendukung penelusuran awal terhadap merek yang berpotensi serupa.
- Menjelaskan tahapan administrasi pendaftaran.
- Membantu memahami tindak lanjut jika terdapat kendala dalam proses.
Pendampingan profesional tidak menjamin bahwa merek pasti diterima. Keputusan akhir tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Layanan PERMATAMAS untuk Legalitas dan Merek Usaha
PERMATAMAS menyediakan layanan pendampingan bagi pelaku usaha yang ingin mempersiapkan legalitas bisnis dan perlindungan merek sesuai kebutuhan.
Layanan yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Jasa Pendirian PT — pendampingan pendirian badan usaha untuk mendukung kebutuhan bisnis.
- Jasa Pendaftaran Merek — pendampingan persiapan dan proses permohonan pendaftaran merek.
- Jasa Perpanjang Merek — pendampingan terkait perpanjangan perlindungan merek sesuai ketentuan.
Sebelum berkonsultasi, siapkan nama merek, jenis produk yang dijual, dan rencana penggunaan merek. Informasi ini membantu kebutuhan pendaftaran ditinjau dengan lebih tepat.
Kesimpulan
Kelas Merek 27 mencakup berbagai barang seperti karpet, permadani, keset, tikar, linoleum, penutup lantai tertentu, dan wallpaper atau pelapis dinding bukan tekstil. Memahami klasifikasi barang merupakan langkah penting agar permohonan merek sesuai dengan jenis produk yang ingin dilindungi.
Bagi pelaku usaha perlengkapan rumah dan dekorasi interior, jasa pendaftaran merek dagang dapat membantu memahami klasifikasi barang dan mempersiapkan permohonan. Meski demikian, daftar barang tetap perlu diperiksa berdasarkan klasifikasi resmi, dan hasil pendaftaran bergantung pada proses pemeriksaan yang berlaku.
Lindungi identitas bisnis Anda dengan persiapan pendaftaran yang cermat. Hubungi PERMATAMAS untuk mendiskusikan kebutuhan merek sesuai jenis produk yang Anda miliki.
KONSULTASI GRATIS
FAQ: Kelas Merek 27
1. Apa yang dimaksud dengan Kelas Merek 27?
Kelas Merek 27 merupakan klasifikasi barang yang secara umum mencakup karpet, permadani, keset, tikar, linoleum, serta penutup lantai dan pelapis dinding bukan tekstil tertentu.
2. Produk apa saja yang termasuk Kelas Merek 27?
Contohnya karpet ruang tamu, permadani, keset pintu, tikar, penutup lantai linoleum, pelapis lantai tertentu, dan wallpaper bukan tekstil.
3. Apakah semua karpet masuk Kelas 27?
Tidak selalu. Klasifikasi perlu diperiksa berdasarkan jenis dan karakteristik barang. Produk tekstil tertentu yang disebut karpet dapat membutuhkan penilaian berdasarkan deskripsi barang resmi.
4. Apakah keset dan tikar termasuk Kelas 27?
Keset dan tikar tertentu termasuk dalam kelompok barang Kelas 27. Namun, produk berbahan tekstil atau yang memiliki fungsi khusus perlu diperiksa berdasarkan klasifikasi resmi.
5. Apakah wallpaper masuk Kelas Merek 27?
Wallpaper bukan tekstil pada umumnya termasuk Kelas 27. Pelapis dinding berbahan tekstil atau produk dengan karakteristik berbeda dapat memiliki klasifikasi lain.
6. Apakah ubin keramik dan lantai kayu termasuk Kelas 27?
Tidak otomatis. Ubin keramik, papan lantai kayu, dan bahan konstruksi umumnya perlu diperiksa pada kelas yang sesuai dengan sifat barangnya. Kelas 27 lebih berfokus pada penutup lantai dan pelapis dinding tertentu.
7. Bagaimana cara menentukan kelas merek yang tepat?
Identifikasi produk secara spesifik, periksa daftar klasifikasi resmi DJKI, dan pastikan deskripsi barang sesuai dengan produk yang dijual atau direncanakan untuk dipasarkan.
8. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk beberapa produk Kelas 27?
Satu permohonan dapat mencantumkan beberapa barang yang sesuai dengan ketentuan kelas tersebut. Jika produk berada dalam kelas berbeda, permohonan tambahan mungkin diperlukan.
9. Apakah jasa pendaftaran merek dagang menjamin merek disetujui?
Tidak. Pendampingan dapat membantu persiapan dan pemahaman prosedur, tetapi keputusan akhir bergantung pada pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku.
10. Di mana dapat memeriksa informasi resmi klasifikasi merek?
Informasi mengenai pendaftaran merek dan layanan kekayaan intelektual dapat diperoleh melalui situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di https://www.dgip.go.id/.

