Kelas Merek 24: Daftar Klasifikasi Barang dan Contoh Produknya – Industri tekstil memiliki cakupan produk yang luas, mulai dari kain untuk kebutuhan pakaian, sprei, selimut, handuk, taplak meja, hingga gorden. Bagi pelaku usaha yang memproduksi atau menjual barang-barang tersebut dengan merek sendiri, memahami klasifikasi merek menjadi langkah penting sebelum mengajukan permohonan perlindungan merek.
Kelas Merek 24 merupakan salah satu kelas barang dalam sistem klasifikasi Nice yang mencakup tekstil dan pengganti tekstil yang tidak termasuk dalam kelas lain, linen rumah tangga, serta tirai berbahan tekstil atau plastik. Kelas ini banyak digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi produk kain dan perlengkapan tekstil rumah tangga.
Bagi pemilik usaha konveksi, produsen kain, penjual perlengkapan tidur, hingga pengusaha dekorasi rumah, memahami Kelas 24 dapat membantu menentukan jenis barang yang akan dicantumkan dalam permohonan merek.
Untuk mengetahui informasi resmi tentang pendaftaran merek dan kekayaan intelektual di Indonesia, pelaku usaha dapat mengunjungi situs Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Apa Itu Kelas Merek 24?
Kelas Merek 24 adalah kelompok barang yang secara umum mencakup tekstil, pengganti tekstil, linen rumah tangga, serta tirai dari tekstil atau plastik. Klasifikasi ini membantu mengelompokkan barang berdasarkan karakteristik dan jenis penggunaannya dalam proses pendaftaran merek.
Secara umum, Kelas 24 mencakup kategori berikut:
- Kain dan bahan tekstil: seperti kain katun, kain denim, kain linen, kain sutra, kain wol, dan kain sintetis.
- Perlengkapan tidur: seperti sprei, sarung bantal, selimut, bed cover, dan penutup kasur.
- Linen rumah tangga: seperti handuk, serbet kain, taplak meja, dan kain lap rumah tangga.
- Tirai dan gorden: termasuk tirai tekstil serta tirai plastik yang tercakup dalam klasifikasi ini.
- Kain dekoratif: seperti kain untuk sulaman, hiasan dinding tekstil, dan kain untuk pelapis perabot.
- Produk tekstil khusus: seperti kelambu, kain bendera, spanduk tekstil, dan kantong tidur tertentu.
- Tekstil untuk penggunaan tertentu: termasuk kain untuk pembuatan pakaian, kain pelapis, dan bahan tekstil lain yang tidak diklasifikasikan secara khusus pada kelas lain.
Tidak semua barang yang terbuat dari kain otomatis masuk Kelas 24. Pakaian jadi umumnya termasuk Kelas 25, sedangkan kain yang dirancang untuk fungsi teknis tertentu dapat masuk kelas lain berdasarkan tujuan penggunaannya.

Daftar Contoh Produk Kelas Merek 24 Beserta Keterangannya
Berikut contoh produk yang dikelompokkan ke dalam lima kategori agar lebih mudah dipahami. Daftar ini dapat menjadi referensi awal untuk pelaku usaha yang sedang mempersiapkan pendaftaran merek.
A. Kain dan Bahan Tekstil
1. Kain katun
Kain yang dibuat dari serat kapas dan banyak digunakan sebagai bahan pakaian, perlengkapan tidur, serta produk tekstil rumah tangga.
2. Kain denim
Kain dengan struktur tenunan khas yang sering digunakan untuk bahan celana, jaket, tas berbahan kain, dan produk tekstil lainnya.
3. Kain linen
Kain yang berasal dari serat linen dan dikenal memiliki karakteristik khas untuk pakaian, perlengkapan rumah tangga, atau dekorasi.
4. Kain sutra
Kain berbahan sutra yang digunakan untuk berbagai produk tekstil, seperti kain busana, selendang, dan dekorasi tertentu.
5. Kain wol
Kain dari serat wol yang digunakan untuk berbagai kebutuhan tekstil, termasuk bahan pelapis dan produk kain tertentu.
6. Kain poliester
Kain berbahan serat poliester yang banyak digunakan untuk produk tekstil, perlengkapan rumah tangga, dan bahan pakaian.
7. Kain rayon
Kain yang dibuat dari serat rayon dan digunakan dalam berbagai produk tekstil berdasarkan karakteristik bahannya.
8. Kain satin
Kain dengan permukaan halus dan tampilan berkilau yang digunakan untuk busana, dekorasi, dan kebutuhan tekstil tertentu.
9. Kain brokat
Kain bermotif dekoratif yang dapat digunakan untuk kebutuhan busana dan kerajinan tekstil. Klasifikasi perlu didasarkan pada kain sebagai barang, bukan pakaian jadi yang dibuat darinya.
10. Kain rajut
Kain yang dibuat melalui proses merajut benang dan digunakan untuk berbagai produk tekstil, termasuk bahan pakaian dan perlengkapan rumah tangga.
B. Sprei, Selimut, dan Perlengkapan Tidur
11. Sprei tempat tidur
Kain yang digunakan untuk menutupi permukaan kasur agar lebih nyaman dan membantu menjaga kebersihan tempat tidur.
12. Sarung bantal
Penutup bantal berbahan tekstil yang dapat dilepas untuk dicuci dan diganti sesuai kebutuhan.
13. Sarung guling
Penutup berbahan kain untuk guling yang digunakan sebagai perlengkapan tidur.
14. Selimut katun
Selimut berbahan katun untuk memberikan kenyamanan saat tidur atau beristirahat.
15. Selimut wol
Selimut berbahan wol yang digunakan sebagai perlengkapan tidur atau penghangat tubuh.
16. Bed cover
Penutup tempat tidur yang digunakan untuk melindungi atau memperindah tampilan tempat tidur.
17. Selimut bayi
Selimut berbahan tekstil yang dirancang untuk digunakan sebagai perlengkapan tidur atau penghangat bayi.
18. Penutup kasur
Produk tekstil untuk menutupi kasur dan membantu menjaga kebersihan permukaan kasur.
19. Sarung bantal sofa
Penutup bantal sofa berbahan tekstil yang dapat digunakan sebagai dekorasi sekaligus pelindung bantal.
20. Selimut perjalanan
Selimut tekstil yang dirancang untuk digunakan ketika bepergian, misalnya saat perjalanan darat atau udara.
C. Handuk, Taplak Meja, dan Linen Rumah Tangga
21. Handuk mandi
Handuk berbahan tekstil yang digunakan untuk mengeringkan tubuh setelah mandi.
22. Handuk pantai
Handuk berukuran relatif besar yang digunakan saat berada di pantai atau kolam renang.
23. Handuk tangan
Handuk berukuran kecil yang digunakan untuk mengeringkan tangan setelah mencuci tangan.
24. Handuk dapur
Handuk berbahan tekstil yang digunakan untuk mengeringkan tangan, peralatan dapur, atau permukaan tertentu.
25. Handuk wajah
Handuk berukuran kecil untuk mengeringkan wajah setelah mencuci muka.
26. Taplak meja
Kain yang digunakan untuk menutupi permukaan meja sekaligus memberikan tampilan yang lebih rapi.
27. Taplak meja panjang
Kain memanjang yang diletakkan di bagian tengah meja sebagai dekorasi atau pelindung permukaan meja.
28. Serbet meja dari tekstil
Serbet kain yang digunakan saat makan untuk menjaga kebersihan dan melengkapi perlengkapan meja makan.
29. Alas piring dari tekstil
Alas berbahan kain yang ditempatkan di bawah piring untuk melindungi permukaan meja dan mempercantik penyajian makanan.
30. Kain lap rumah tangga
Kain yang digunakan untuk membersihkan permukaan tertentu di rumah, sepanjang jenis barang dan penggunaannya sesuai klasifikasi Kelas 24.
D. Gorden, Tirai, dan Produk Dekorasi Tekstil
31. Gorden tekstil
Tirai berbahan kain yang digunakan untuk menutup jendela dan membantu mengatur masuknya cahaya ke dalam ruangan.
32. Tirai pintu berbahan tekstil
Tirai yang dipasang pada pintu untuk kebutuhan dekorasi atau pembatas ruangan tertentu.
33. Tirai mandi dari tekstil
Tirai berbahan tekstil yang digunakan sebagai penutup area mandi sesuai karakteristik dan spesifikasi produknya.
34. Tirai plastik
Tirai berbahan plastik yang tercakup dalam klasifikasi Kelas 24 berdasarkan uraian barang yang sesuai.
35. Kain gorden
Bahan tekstil yang dijual untuk dijahit atau diolah menjadi gorden sesuai ukuran dan desain yang dibutuhkan.
36. Kain pelapis sofa
Kain yang digunakan sebagai bahan pelapis sofa atau perabot duduk lainnya.
37. Kain pelapis kursi
Bahan tekstil untuk melapisi kursi, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun ruang komersial.
38. Hiasan dinding dari tekstil
Produk dekoratif berbahan kain yang dipasang pada dinding sebagai elemen estetika ruangan.
39. Permadani dinding tekstil
Kain dekoratif yang digunakan sebagai hiasan dinding dan menampilkan pola, gambar, atau motif tertentu.
40. Kain dekorasi interior
Kain yang digunakan untuk memperindah ruangan, misalnya sebagai elemen dekorasi atau pelapis perabot, sesuai cakupan klasifikasinya.
E. Tekstil Khusus dan Produk Kain Lainnya
41. Kelambu kain
Kain berjaring yang digunakan untuk melindungi tempat tidur atau area istirahat dari serangga.
42. Kain untuk sulaman
Bahan tekstil yang digunakan sebagai dasar untuk membuat sulaman, motif, atau hiasan menggunakan benang.
43. Kain bukan tenunan
Bahan tekstil yang dibuat melalui proses selain penenunan atau perajutan, dan dapat digunakan untuk beragam kebutuhan tekstil.
44. Kain flanel
Kain dengan tekstur lembut yang digunakan untuk kerajinan, dekorasi, dan berbagai produk tekstil.
45. Kain batik
Kain bermotif batik yang dibuat menggunakan teknik pewarnaan tertentu dan digunakan sebagai bahan tekstil atau kain tradisional.
46. Kain songket
Kain tenun dekoratif yang dikenal dengan motif khas dan dapat menggunakan benang tambahan untuk menghasilkan efek hiasan.
47. Kain tenun ikat
Kain yang motifnya dibuat melalui teknik pengikatan dan pewarnaan benang sebelum proses penenunan.
48. Bendera tekstil
Bendera berbahan kain yang digunakan untuk keperluan dekorasi, identitas, acara, atau penanda tertentu.
49. Spanduk tekstil
Spanduk berbahan kain yang digunakan untuk menampilkan tulisan, simbol, atau informasi dalam kegiatan promosi maupun acara.
50. Kantong tidur
Produk berbahan tekstil yang digunakan sebagai perlengkapan tidur saat berkemah atau bepergian, sesuai spesifikasi klasifikasi barangnya.
Catatan klasifikasi: Contoh di atas merupakan referensi umum, bukan jaminan bahwa setiap produk dengan nama tersebut pasti masuk Kelas 24. Bahan, fungsi, bentuk barang, dan tujuan penggunaan dapat memengaruhi klasifikasi. Periksa uraian barang yang tepat melalui sistem resmi DJKI sebelum mengajukan permohonan.
Perbedaan Kelas Merek 24 dengan Kelas Merek Lain
Salah satu kesalahan yang dapat terjadi saat mengajukan pendaftaran merek adalah memilih kelas hanya berdasarkan bahan produk. Padahal, fungsi dan bentuk barang juga perlu dipertimbangkan.
| Kelas merek | Ruang lingkup umum | Contoh |
|---|---|---|
| Kelas 22 | Tali dan tambang tertentu, jaring, tenda, terpal, serta bahan serat mentah tertentu | Tali nonlogam, jaring ikan, tenda |
| Kelas 23 | Benang dan benang jahit untuk tekstil | Benang jahit, benang bordir, benang rajut |
| Kelas 24 | Kain, tekstil rumah tangga, linen, dan tirai tertentu | Kain katun, sprei, handuk, gorden |
| Kelas 25 | Pakaian, alas kaki, dan penutup kepala | Kemeja, celana, sepatu, topi |
| Kelas 20 | Furnitur dan barang tertentu untuk perabotan | Kursi, meja, bingkai foto |
Sebagai contoh, kain yang dijual sebagai bahan tekstil umumnya perlu ditinjau pada Kelas 24, sedangkan kemeja jadi umumnya masuk Kelas 25. Benang yang dijual sebagai produk tersendiri umumnya termasuk Kelas 23.
Sementara itu, beberapa tekstil yang dirancang khusus untuk keperluan teknis, medis, atau industri dapat masuk kelas lain. Karena itu, uraian produk perlu diperiksa berdasarkan fungsi dan ketentuan klasifikasi yang berlaku.
Mengapa Klasifikasi Kelas Merek 24 Penting bagi Pelaku Usaha?
Memahami kelas merek membantu pelaku usaha merencanakan perlindungan merek secara lebih terarah. Berikut beberapa manfaatnya.
1. Memperjelas jenis barang yang akan dilindungi
Dengan menentukan kelas yang sesuai, pemilik merek dapat menyusun daftar barang yang lebih jelas, misalnya kain, sprei, handuk, atau gorden.
2. Membantu persiapan permohonan
Pemahaman terhadap klasifikasi membantu pemohon menyiapkan uraian barang dan dokumen secara lebih terstruktur.
3. Mendukung pengembangan produk
Apabila bisnis berkembang dari penjualan kain menjadi perlengkapan tidur atau dekorasi rumah, pemilik usaha dapat meninjau apakah perlu mengajukan perlindungan pada kelas tambahan.
4. Mengurangi risiko kesalahan pemilihan kelas
Klasifikasi yang diperiksa dengan baik dapat membantu mengurangi kekeliruan antara bahan tekstil, produk tekstil jadi, dan barang yang memiliki fungsi khusus.
5. Mendukung strategi merek jangka panjang
Merek dapat menjadi aset bisnis yang membantu konsumen mengenali produk. Perencanaan perlindungan yang tepat merupakan salah satu bagian dari pengelolaan merek secara berkelanjutan.
Meski demikian, pemilihan kelas yang sesuai tidak menjamin permohonan otomatis disetujui. Permohonan tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku dan menjalani pemeriksaan oleh otoritas terkait.
Cara Memilih Kelas Merek 24 Sebelum Mendaftar
Sebelum mendaftarkan merek, pelaku usaha dapat melakukan beberapa langkah berikut.
- Buat daftar produk secara terperinci. Tuliskan nama barang, bahan, dan tujuan penggunaannya.
- Bedakan bahan baku dan barang jadi. Kain yang dijual sebagai bahan tekstil berbeda dari pakaian jadi yang dibuat dari kain tersebut.
- Periksa klasifikasi resmi. Cocokkan produk dengan uraian barang pada sistem klasifikasi merek DJKI.
- Lakukan penelusuran merek. Periksa apakah terdapat merek terdahulu yang sama atau memiliki kemiripan yang relevan.
- Siapkan data pemohon. Pastikan identitas pemilik merek dan informasi yang diperlukan sesuai dengan persyaratan.
- Pertimbangkan kelas tambahan. Jika bisnis menjual kain sekaligus pakaian jadi atau produk lain, tinjau kebutuhan kelas untuk masing-masing barang.
- Periksa prosedur dan tarif terbaru. Gunakan informasi resmi sebelum mengajukan permohonan.
Informasi mengenai pendaftaran merek dapat diakses melalui DJKI, sedangkan pencarian klasifikasi barang dapat dilakukan melalui Sistem Klasifikasi Merek DJKI Kelas 24.
Jasa Pendaftaran Merek Dagang untuk Produk Tekstil
Bagi pengusaha tekstil yang baru pertama kali mendaftarkan merek, proses persiapan dapat memerlukan perhatian khusus. Pemohon perlu mengidentifikasi produk, menentukan kelas yang relevan, memeriksa potensi persamaan merek, serta menyiapkan data yang dibutuhkan.
jasa pendaftaran merek dagang dapat dipertimbangkan oleh pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan administratif dalam mempersiapkan permohonan. Sebelum menggunakan layanan, pastikan ruang lingkup pekerjaan, biaya, dokumen yang diperlukan, dan ketentuan layanan dijelaskan secara transparan.
PERMATAMAS INDONESIA menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan legalitas usaha. Pelaku usaha dapat mempelajari layanan berikut sesuai kebutuhannya:
- Jasa Pendirian PT — untuk pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan pendirian badan usaha.
- Jasa Pendaftaran Merek — untuk konsultasi dan pendampingan proses pengajuan pendaftaran merek.
- Jasa Perpanjang Merek — untuk pemilik merek yang ingin memahami proses perpanjangan perlindungan merek.
Pendampingan dapat membantu pemohon memahami tahapan administratif, tetapi tidak menjamin permohonan pasti diterima. Keputusan akhir tetap mengikuti ketentuan dan hasil pemeriksaan otoritas yang berwenang.
Kesimpulan
Kelas Merek 24 merupakan kelas yang relevan bagi banyak pelaku usaha tekstil, mulai dari produsen kain hingga penjual perlengkapan rumah tangga. Produk yang dapat tercakup antara lain kain katun, kain denim, sprei, selimut, handuk, taplak meja, gorden, kelambu, dan sejumlah barang tekstil lainnya.
Sebelum mengajukan permohonan, pastikan klasifikasi barang sesuai dengan bahan, bentuk, dan tujuan penggunaannya. Periksa juga kemungkinan persamaan dengan merek terdahulu serta persyaratan administrasi yang berlaku.
Jika membutuhkan pendampingan dalam mempersiapkan permohonan, pelaku usaha dapat mempertimbangkan jasa pendaftaran merek dagang dengan memastikan layanan yang dipilih transparan dan sesuai kebutuhan.
Siapkan perlindungan merek produk tekstil Anda sejak awal. Identifikasi produk, periksa klasifikasi barang melalui DJKI, dan persiapkan dokumen yang diperlukan sebelum mengajukan permohonan.
KONSULTASI GRATIS
FAQ: Kelas Merek 24
1. Apa yang dimaksud dengan Kelas Merek 24?
Kelas Merek 24 adalah kelompok barang yang secara umum mencakup tekstil, pengganti tekstil, linen rumah tangga, serta tirai berbahan tekstil atau plastik yang termasuk dalam kelas tersebut.
2. Produk apa saja yang termasuk Kelas Merek 24?
Contohnya meliputi kain katun, kain denim, kain sutra, sprei, sarung bantal, selimut, handuk, taplak meja, gorden, kelambu, dan sejumlah produk tekstil rumah tangga.
3. Apakah kain katun termasuk Kelas 24?
Kain katun yang dipasarkan sebagai bahan tekstil umumnya termasuk Kelas 24. Namun, produk yang dibuat dari kain tersebut dapat masuk kelas berbeda sesuai bentuk dan fungsinya.
4. Apakah sprei dan sarung bantal masuk Kelas Merek 24?
Ya, sprei dan sarung bantal berbahan tekstil umumnya termasuk Kelas 24 karena merupakan perlengkapan tidur berbahan kain.
5. Apakah handuk termasuk Kelas 24?
Handuk berbahan tekstil, seperti handuk mandi, handuk tangan, dan handuk pantai, umumnya termasuk Kelas 24.
6. Apakah gorden dan tirai termasuk Kelas 24?
Gorden tekstil dan sejumlah jenis tirai plastik termasuk dalam cakupan Kelas 24. Namun, tirai yang memiliki fungsi khusus atau terbuat dari bahan tertentu perlu diperiksa kembali klasifikasinya.
7. Apakah pakaian jadi termasuk Kelas 24?
Pakaian jadi umumnya termasuk Kelas 25, bukan Kelas 24. Kelas 24 lebih berfokus pada kain, tekstil rumah tangga, linen, dan tirai tertentu.
8. Bisakah satu merek didaftarkan untuk Kelas 24 dan kelas lainnya?
Bisa, apabila merek digunakan untuk barang yang termasuk beberapa kelas. Contohnya, usaha yang menjual kain dan pakaian jadi dapat meninjau kebutuhan Kelas 24 dan Kelas 25.
9. Bagaimana cara memeriksa kelas merek untuk produk tekstil?
Periksa jenis barang, bahan, dan tujuan penggunaannya melalui Sistem Klasifikasi Merek DJKI. Jika produk memiliki fungsi khusus, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum mengajukan permohonan.
10. Apakah memilih Kelas 24 menjamin merek disetujui?
Tidak. Pemilihan kelas merupakan salah satu bagian dari proses pendaftaran. Permohonan tetap harus memenuhi persyaratan yang berlaku dan melalui pemeriksaan sesuai ketentuan hukum.






