Kelas Merek 23: Daftar Klasifikasi Barang dan Contoh Produknya – Industri tekstil memiliki beragam produk benang yang digunakan untuk menjahit, merajut, menyulam, hingga memproduksi kain. Bagi pelaku usaha yang menjual benang dengan merek sendiri, memahami klasifikasi merek merupakan langkah penting sebelum mengajukan permohonan perlindungan merek.
Kelas Merek 23 merupakan salah satu kelas barang dalam sistem klasifikasi merek yang mencakup benang dan benang jahit untuk keperluan tekstil. Kelompok ini meliputi benang berbahan alami maupun sintetis, seperti benang katun, benang wol, benang sutra, benang bordir, benang rajut, dan benang poliester untuk penggunaan tekstil.
Bagi produsen, distributor, pemilik toko perlengkapan menjahit, serta pengusaha industri kreatif, pemahaman mengenai Kelas 23 dapat membantu menentukan ruang lingkup produk yang hendak dicakup dalam permohonan merek.
Untuk mengetahui informasi resmi terkait pendaftaran dan perlindungan merek di Indonesia, pelaku usaha dapat mengakses situs Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Apa Itu Kelas Merek 23?
Kelas Merek 23 adalah kelompok barang yang secara umum mencakup benang dan benang jahit untuk keperluan tekstil. Berdasarkan sistem Nice Classification, kelas ini meliputi benang yang dibuat dari berbagai bahan alami dan sintetis, termasuk benang untuk bordir, menjahit, menisik, serta merajut.
Ruang lingkup Kelas 23 mencakup beberapa kategori utama berikut:
- Benang jahit dan benang tisik: benang yang digunakan untuk menyambung, memperbaiki, atau menjahit bahan tekstil.
- Benang bordir: benang untuk membuat sulaman, hiasan, motif, dan detail dekoratif pada kain.
- Benang rajut: benang untuk merajut pakaian, aksesori, dan berbagai produk kerajinan.
- Benang dari serat alami: antara lain benang katun, wol, sutra, linen, rami, dan serat alami tertentu lainnya.
- Benang dari serat sintetis: antara lain benang poliester, nilon, dan serat sintetis lainnya untuk penggunaan tekstil.
- Benang elastis untuk tekstil: benang yang memiliki karakteristik elastis dan digunakan dalam pembuatan produk tekstil.
- Benang khusus untuk tekstil: misalnya benang chenille, benang lilin untuk penggunaan tekstil tertentu, serta benang dari serat khusus yang sesuai dengan ketentuan kelas.
Penentuan kelas tetap perlu didasarkan pada produk yang sebenarnya. Benang untuk penggunaan nontekstil tidak otomatis masuk Kelas 23 karena beberapa jenis benang diklasifikasikan berdasarkan bahan atau fungsi khususnya.

Daftar Contoh Produk Kelas Merek 23 Beserta Keterangannya
Berikut contoh produk yang dapat dijadikan referensi awal bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan atau mendaftarkan merek produk benang. Contoh-contoh ini dikelompokkan berdasarkan jenis dan penggunaannya agar lebih mudah dipahami.
A. Benang Jahit dan Benang untuk Perbaikan Tekstil
1. Benang jahit katun
Benang yang terbuat dari serat katun dan digunakan untuk menjahit kain, pakaian, atau produk tekstil tertentu. Benang ini banyak digunakan dalam kegiatan menjahit sehari-hari.
2. Benang jahit poliester
Benang dari serat poliester yang digunakan untuk menjahit berbagai jenis kain. Produk ini umum digunakan dalam kegiatan konveksi dan produksi pakaian.
3. Benang jahit nilon untuk tekstil
Benang berbahan nilon yang digunakan dalam aplikasi tekstil tertentu, bergantung pada spesifikasi dan kebutuhan jahitnya.
4. Benang tisik
Benang yang digunakan untuk memperbaiki kain atau pakaian yang berlubang, menipis, atau mengalami kerusakan pada bagian tertentu.
5. Benang jahit tangan
Benang yang dipasarkan untuk menjahit secara manual, seperti memperbaiki pakaian, membuat kerajinan kain, atau menyelesaikan detail jahitan.
6. Benang jahit mesin
Benang yang dirancang untuk digunakan pada mesin jahit, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun produksi tekstil.
7. Benang jahit linen
Benang dari serat linen yang dapat digunakan untuk kebutuhan jahit tertentu sesuai karakteristik material dan produk akhirnya.
8. Benang jahit sutra
Benang berbahan sutra yang digunakan untuk pekerjaan jahit tertentu, termasuk pengerjaan kain yang memerlukan benang dengan karakteristik khusus.
9. Benang jahit campuran
Benang yang dibuat dari campuran dua atau lebih jenis serat untuk memenuhi kebutuhan tekstil tertentu.
10. Benang jahit berlapis lilin
Benang yang diberi lapisan lilin untuk penggunaan tekstil tertentu, misalnya pada pekerjaan jahit khusus yang membutuhkan karakteristik benang berbeda.
B. Benang Bordir dan Benang Hias
11. Benang bordir katun
Benang katun untuk membuat sulaman dan motif dekoratif pada kain, pakaian, aksesori, atau produk kerajinan.
12. Benang bordir poliester
Benang bordir berbahan poliester yang dapat digunakan untuk pembuatan desain sulaman pada pakaian dan produk tekstil.
13. Benang bordir sutra
Benang berbahan sutra untuk menghasilkan detail sulaman dengan tampilan dan tekstur khas.
14. Benang bordir metalik
Benang dengan unsur atau tampilan metalik yang digunakan untuk memberikan efek dekoratif pada sulaman tekstil.
15. Benang emas untuk tekstil
Benang berwarna atau berlapis emas yang digunakan untuk kebutuhan hiasan tekstil tertentu. Penentuan kelas bergantung pada karakteristik dan penggunaan produk.
16. Benang perak untuk tekstil
Benang dengan tampilan perak untuk aplikasi sulaman dan dekorasi tekstil tertentu.
17. Benang chenille
Benang dengan tekstur berbulu atau lembut yang dapat digunakan untuk bordir, kerajinan, dan aplikasi tekstil tertentu.
18. Benang bordir warna-warni
Benang yang dipasarkan dalam berbagai pilihan warna untuk kebutuhan sulaman, motif, dan hiasan kain.
19. Benang sulam tangan
Benang untuk membuat sulaman secara manual menggunakan jarum dan teknik bordir tertentu.
20. Benang sulam mesin
Benang yang dirancang untuk digunakan pada mesin bordir dalam pembuatan logo, motif, tulisan, atau desain pada bahan tekstil.
C. Benang Rajut dan Benang Berbahan Wol
21. Benang wol rajut
Benang berbahan wol yang digunakan untuk merajut pakaian, syal, topi, dan aksesori lainnya.
22. Benang akrilik untuk rajut
Benang berbahan serat akrilik yang digunakan untuk kerajinan rajut dan berbagai produk tekstil.
23. Benang katun rajut
Benang katun yang digunakan untuk membuat produk rajut, seperti tas rajut, pakaian, dan dekorasi rumah berbahan tekstil.
24. Benang rajut poliester
Benang dari serat poliester untuk kebutuhan rajut tertentu sesuai karakteristik dan ketebalan benang.
25. Benang rajut campuran wol
Benang yang memadukan wol dengan serat lain untuk menghasilkan karakteristik tekstil tertentu.
26. Benang kasmir
Benang berbahan kasmir yang digunakan untuk membuat produk tekstil rajut tertentu dengan karakteristik serat yang khas.
27. Benang alpaka
Benang yang berasal dari serat alpaka dan dapat digunakan untuk produk rajut serta kerajinan tekstil.
28. Benang angora
Benang yang mengandung serat angora untuk pembuatan produk tekstil tertentu, terutama yang memanfaatkan tekstur lembut seratnya.
29. Benang rajut tangan
Benang yang dipasarkan untuk kegiatan merajut secara manual menggunakan jarum rajut atau teknik kerajinan tertentu.
30. Benang rajut multiwarna
Benang dengan kombinasi beberapa warna untuk menghasilkan pola dan efek visual pada produk rajutan.
D. Benang dari Serat Alami dan Serat Campuran
31. Benang sutra
Benang yang dibuat dari serat sutra untuk kebutuhan tekstil, termasuk pembuatan kain dan produk tekstil tertentu.
32. Benang sutra pintal
Benang yang dihasilkan melalui proses pemintalan serat sutra untuk digunakan dalam pengolahan tekstil.
33. Benang katun
Benang yang dibuat dari serat kapas dan digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan kain atau produk tekstil lainnya.
34. Benang linen
Benang berbahan serat linen untuk kebutuhan produksi tekstil tertentu, termasuk pembuatan kain.
35. Benang rami
Benang dari serat rami yang digunakan sebagai bahan tekstil atau untuk aplikasi berbasis serat tertentu.
36. Benang goni
Benang yang berasal dari serat goni dan dapat digunakan untuk kebutuhan tekstil tertentu sesuai karakteristik produknya.
37. Benang sabut kelapa
Benang dari serat sabut kelapa untuk aplikasi berbasis serat tertentu. Kesesuaian kelas perlu diperiksa berdasarkan fungsi dan spesifikasi barang.
38. Benang wol pintal
Benang yang dihasilkan melalui pemintalan serat wol dan digunakan untuk berbagai produk tekstil.
39. Benang campuran katun dan poliester
Benang yang memadukan serat katun dengan poliester untuk memenuhi kebutuhan produksi tekstil tertentu.
40. Benang campuran serat alami
Benang yang dibuat dari kombinasi beberapa serat alami untuk menghasilkan karakteristik tertentu dalam proses tekstil.
E. Benang Serat Sintetis dan Benang Tekstil Khusus
41. Benang nilon untuk tekstil
Benang berbahan nilon yang digunakan dalam pembuatan tekstil tertentu sesuai kebutuhan kekuatan dan karakteristik bahan.
42. Benang poliester pintal
Benang poliester yang diproses melalui pemintalan untuk digunakan dalam industri tekstil.
43. Benang rayon
Benang dari serat rayon untuk pembuatan kain dan produk tekstil tertentu.
44. Benang serat regenerasi
Benang yang dibuat dari serat hasil regenerasi, seperti jenis serat selulosa tertentu yang diolah menjadi serat tekstil.
45. Benang elastis untuk tekstil
Benang yang memiliki sifat elastis dan digunakan dalam produk tekstil yang membutuhkan kemampuan meregang.
46. Benang karet berlapis untuk tekstil
Benang dengan lapisan karet yang digunakan dalam aplikasi tekstil tertentu sesuai spesifikasi produknya.
47. Benang plastik untuk penggunaan tekstil
Benang berbahan plastik yang secara khusus digunakan untuk tekstil dan memenuhi ketentuan klasifikasi Kelas 23.
48. Benang serat kaca untuk tekstil
Benang berbahan serat kaca yang ditujukan untuk penggunaan tekstil tertentu sesuai ruang lingkup klasifikasi.
49. Benang serat sintetis campuran
Benang yang menggabungkan beberapa jenis serat sintetis untuk memenuhi kebutuhan produksi tekstil.
50. Benang tekstil khusus tahan panas
Benang yang dirancang untuk aplikasi tekstil tertentu yang memerlukan ketahanan terhadap suhu, sesuai karakteristik dan penggunaan barang.
Catatan penting: Daftar di atas merupakan contoh produk, bukan keputusan klasifikasi final bagi setiap barang. Produk dengan nama serupa dapat memiliki klasifikasi berbeda apabila bahan, fungsi, atau tujuan penggunaannya tidak sama. Periksa uraian barang melalui sistem klasifikasi resmi sebelum mengajukan permohonan.
Perbedaan Kelas Merek 23 dengan Kelas Merek Lain
Memahami perbedaan antarkelas dapat membantu pelaku usaha menghindari kekeliruan dalam menentukan ruang lingkup permohonan.
| Kelas | Ruang lingkup umum | Contoh |
|---|---|---|
| Kelas 22 | Tali dan tambang tertentu, jaring, tenda, terpal, serta serat tekstil mentah | Tali nonlogam, jaring ikan komersial, tenda |
| Kelas 23 | Benang dan benang jahit untuk penggunaan tekstil | Benang jahit, benang bordir, benang rajut |
| Kelas 24 | Kain dan produk tekstil tertentu | Kain tekstil, selimut tekstil, kain untuk keperluan rumah tangga |
| Kelas 25 | Pakaian, alas kaki, dan penutup kepala bagi manusia | Kemeja, celana, sepatu, topi |
Sebagai contoh, benang jahit yang dijual sebagai produk tersendiri umumnya perlu diperiksa dalam Kelas 23, sedangkan kain jadi dapat termasuk Kelas 24 dan pakaian jadi dapat termasuk Kelas 25.
Apabila sebuah usaha menjual benang sekaligus memproduksi kain atau pakaian, pemilik merek sebaiknya memetakan seluruh barang yang akan dilindungi dan menilai kebutuhan kelasnya masing-masing.
Mengapa Klasifikasi Merek 23 Penting bagi Pelaku Usaha?
Merek merupakan salah satu identitas penting dalam membangun kepercayaan pelanggan. Di industri benang dan tekstil, nama merek dapat membantu konsumen membedakan produk berdasarkan produsen, kualitas yang ditawarkan, atau karakteristik tertentu.
Memahami Kelas 23 memberikan beberapa manfaat bagi pelaku usaha.
1. Memperjelas produk yang akan didaftarkan
Pemilik usaha dapat mengidentifikasi jenis benang yang akan dicakup dalam permohonan, misalnya benang jahit, benang rajut, atau benang bordir.
2. Mendukung strategi perlindungan merek
Pemilihan kelas yang sesuai membantu pemohon merumuskan ruang lingkup barang yang ingin dilindungi. Perlindungan merek tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku dan hasil pemeriksaan permohonan.
3. Membantu pengembangan lini produk
Ketika bisnis berkembang dari benang jahit ke benang rajut atau produk tekstil lain, pemilik merek dapat mengevaluasi kembali kebutuhan perlindungan mereknya.
4. Mengurangi risiko kekeliruan administratif
Uraian barang yang spesifik dapat membantu pemohon menyiapkan permohonan dengan lebih terstruktur dan mengurangi risiko salah memilih kelas.
5. Mendukung identitas bisnis jangka panjang
Merek yang dikelola dengan baik dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran, pengembangan distribusi, dan penguatan posisi usaha di pasar.
Cara Memilih Kelas Merek 23 Sebelum Mendaftar
Sebelum mengajukan permohonan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.
- Identifikasi produk secara rinci. Catat nama produk, bahan, dan tujuan penggunaannya.
- Periksa klasifikasi resmi. Gunakan sistem klasifikasi merek DJKI untuk menemukan uraian barang yang sesuai.
- Bedakan benang tekstil dan benang nontekstil. Benang untuk keperluan listrik, bedah, alat musik, atau pengikatan nontekstil dapat masuk kelas lain sesuai fungsinya.
- Lakukan penelusuran merek. Periksa apakah terdapat merek terdahulu yang memiliki persamaan pada pokoknya atau kemiripan yang relevan.
- Siapkan data pemohon dan label merek. Pastikan data serta representasi merek yang diajukan sesuai dengan persyaratan.
- Evaluasi kelas tambahan. Apabila produk yang dijual mencakup benang, kain, dan pakaian jadi, pertimbangkan klasifikasi untuk masing-masing kategori barang.
- Periksa prosedur dan tarif terbaru. Gunakan informasi dari kanal resmi DJKI sebelum menyelesaikan pengajuan.
Informasi resmi dapat diperoleh melalui DJKI, sedangkan pencarian kelas barang dapat dilakukan melalui Sistem Klasifikasi Merek DJKI.
Jasa Pendaftaran Merek Dagang untuk Produk Benang
Pengurusan merek dapat terasa rumit bagi pelaku usaha yang baru pertama kali mendaftarkan produknya. Selain menentukan kelas, pemohon perlu memperhatikan kelengkapan data, uraian barang, dan potensi persamaan dengan merek yang sudah ada.
jasa pendaftaran merek dagang dapat menjadi salah satu pilihan bagi pengusaha yang membutuhkan pendampingan administratif dalam mempersiapkan permohonan. Sebelum menggunakan layanan, pastikan ruang lingkup pekerjaan, biaya, dokumen yang diperlukan, dan ketentuan layanan dijelaskan secara transparan.
PERMATAMAS INDONESIA menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan legalitas usaha. Informasi layanan yang dapat dipelajari antara lain:
- Jasa Pendirian PT — untuk pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan pendirian badan usaha.
- Jasa Pendaftaran Merek — untuk konsultasi dan pendampingan proses pendaftaran merek.
- Jasa Perpanjang Merek — untuk pemilik merek yang ingin memahami proses perpanjangan perlindungan merek.
Perlu dipahami bahwa pendampingan tidak menjamin permohonan pasti disetujui. Keputusan tetap bergantung pada ketentuan dan hasil pemeriksaan oleh otoritas yang berwenang.
Kesimpulan
Kelas Merek 23 merupakan kelas penting bagi produsen dan penjual benang untuk kebutuhan tekstil. Ruang lingkupnya mencakup benang jahit, benang bordir, benang rajut, benang katun, benang wol, benang sutra, serta berbagai benang dari serat sintetis yang digunakan dalam tekstil.
Sebelum mengajukan permohonan, pastikan nama dan uraian produk sesuai dengan klasifikasi resmi. Lakukan juga penelusuran merek terdahulu agar persiapan permohonan lebih matang.
Jika Anda membutuhkan pendampingan administratif untuk mempersiapkan pendaftaran, konsultasikan kebutuhan jasa pendaftaran merek dagang dengan mempertimbangkan jenis produk, kelas yang relevan, dan persyaratan yang berlaku.
Mulai persiapkan perlindungan merek produk benang Anda. Kenali klasifikasi barang, periksa ketersediaan merek, dan siapkan dokumen yang diperlukan sebelum mengajukan permohonan melalui kanal resmi DJKI.
KONSULTASI GRATIS
FAQ: Kelas Merek 23
1. Apa yang dimaksud dengan Kelas Merek 23?
Kelas Merek 23 merupakan kelompok barang untuk benang dan benang jahit yang digunakan dalam tekstil, baik berbahan alami maupun sintetis.
2. Produk apa saja yang termasuk Kelas Merek 23?
Contohnya meliputi benang jahit, benang bordir, benang tisik, benang rajut, benang katun, benang wol, benang sutra, benang poliester, benang rayon, dan benang elastis untuk tekstil.
3. Apakah benang jahit termasuk Kelas 23?
Ya, benang jahit untuk penggunaan tekstil secara umum termasuk Kelas 23. Namun, benang untuk penggunaan khusus seperti benang bedah atau benang listrik dapat masuk kelas lain.
4. Apakah benang rajut masuk Kelas Merek 23?
Benang yang dipasarkan untuk merajut umumnya termasuk Kelas 23. Klasifikasi perlu diperiksa berdasarkan jenis produk yang diajukan, bukan hanya nama dagangnya.
5. Apakah benang bordir dapat didaftarkan pada Kelas 23?
Benang bordir untuk penggunaan tekstil termasuk cakupan Kelas 23. Produk jadi yang dihasilkan dari benang tersebut dapat berada pada kelas berbeda sesuai jenis barangnya.
6. Apakah benang poliester termasuk Kelas 23?
Benang poliester untuk penggunaan tekstil umumnya termasuk Kelas 23. Benang poliester yang digunakan untuk tujuan nontekstil perlu diperiksa berdasarkan fungsi dan ketentuan klasifikasi yang sesuai.
7. Apa perbedaan Kelas 22 dan Kelas 23?
Kelas 22 mencakup sejumlah jenis tali, jaring, tenda, terpal, dan serat mentah. Kelas 23 berfokus pada benang dan benang jahit untuk penggunaan tekstil.
8. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk Kelas 23 dan Kelas 24?
Bisa, apabila pemilik merek ingin melindungi barang yang memang termasuk kedua kelas tersebut. Contohnya, usaha yang menjual benang sekaligus kain jadi perlu mengevaluasi kebutuhan Kelas 23 dan Kelas 24.
9. Bagaimana cara memeriksa kelas merek untuk produk benang?
Gunakan Sistem Klasifikasi Merek DJKI dan cocokkan uraian produk berdasarkan bahan serta penggunaannya. Jika masih ragu, pertimbangkan konsultasi sebelum mengajukan permohonan.
10. Apakah memilih Kelas 23 menjamin merek disetujui?
Tidak. Pemilihan kelas yang sesuai hanya salah satu bagian dari permohonan. Merek tetap harus memenuhi persyaratan dan melalui pemeriksaan sesuai peraturan yang berlaku.





