Kelas Merek 5: Daftar Klasifikasi Barang dan Contoh Produknya – Kelas Merek 5 merupakan salah satu klasifikasi barang dalam sistem pendaftaran merek yang digunakan untuk mengelompokkan produk farmasi, sediaan medis, suplemen makanan, produk kebersihan untuk keperluan medis, serta sejumlah produk lain yang berkaitan dengan kesehatan manusia dan hewan. Klasifikasi ini membantu pemilik usaha menentukan kelompok barang yang sesuai ketika mengajukan perlindungan merek kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Bagi pelaku usaha yang memproduksi atau memasarkan obat-obatan, vitamin, suplemen, produk herbal, maupun perlengkapan pembalut medis, memahami Kelas Merek 5 menjadi langkah penting sebelum mendaftarkan nama merek. Pemilihan kelas yang tepat dapat membantu memperjelas ruang lingkup perlindungan merek dan mengurangi risiko ketidaksesuaian antara produk yang dijual dengan barang yang dicantumkan dalam permohonan.
Melalui jasa pendaftaran merek dagang, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan dalam mengidentifikasi jenis barang, memeriksa kesesuaian klasifikasi, serta mempersiapkan pengajuan merek. Informasi berikut membahas pengertian Kelas Merek 5, daftar klasifikasi barang, sepuluh contoh produk beserta keterangannya, dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan pendaftaran.
Apa Saja Barang yang Termasuk Kelas Merek 5?
Secara umum, Kelas Merek 5 mencakup sediaan farmasi dan kedokteran hewan, sediaan untuk keperluan medis, makanan diet untuk penggunaan medis, makanan bayi tertentu, suplemen makanan, plester dan bahan pembalut, bahan untuk keperluan kedokteran gigi, disinfektan, serta sediaan untuk membasmi hama, jamur, dan gulma.
Kelompok barang yang dapat ditemukan dalam klasifikasi ini antara lain:
- Sediaan farmasi dan obat-obatan, yaitu produk yang diformulasikan untuk keperluan pengobatan sesuai peruntukannya.
- Vitamin dan suplemen makanan, termasuk produk nutrisi tertentu yang sesuai dengan uraian barang dalam klasifikasi.
- Produk herbal untuk keperluan medis, seperti sediaan herbal yang ditujukan untuk penggunaan pengobatan.
- Plester dan bahan pembalut medis, termasuk kasa pembalut dan bahan penutup luka.
- Disinfektan dan sediaan pembasmi organisme tertentu, sesuai fungsi dan peruntukan barang.
- Makanan untuk keperluan medis, termasuk makanan diet khusus dan makanan bayi yang disesuaikan untuk penggunaan medis.
- Sediaan kedokteran hewan, yakni produk farmasi atau perawatan yang diperuntukkan bagi hewan.
- Bahan untuk keperluan kedokteran gigi, seperti bahan penambal gigi tertentu.
Daftar tersebut merupakan gambaran umum, bukan daftar lengkap seluruh barang di Kelas Merek 5. Penentuan kelas tetap perlu mengacu pada uraian barang dalam Sistem Klasifikasi Merek DJKI. Produk yang tampak serupa dapat masuk kelas berbeda apabila fungsi, komposisi, atau tujuan penggunaannya berbeda.
Untuk memeriksa klasifikasi resmi, kunjungi DJKI atau halaman Sistem Klasifikasi Merek Kelas 5.
Contoh Produk Kelas Merek 5 Beserta Keterangannya
Berikut contoh produk yang dapat menjadi referensi awal bagi pemilik usaha. Kesesuaian setiap produk tetap perlu diperiksa berdasarkan uraian barang resmi, fungsi, dan peruntukannya.
1. Obat-obatan dalam Bentuk Tablet
Obat tablet merupakan sediaan farmasi berbentuk padat yang digunakan sesuai indikasi dan petunjuk pemakaian. Produk ini dapat berupa obat dengan berbagai kandungan aktif dan tujuan pengobatan. Apabila suatu merek digunakan untuk memasarkan obat tablet, pemilik usaha perlu memastikan uraian barangnya sesuai dengan jenis sediaan farmasi yang tercantum dalam klasifikasi. Pendaftaran merek tidak menggantikan kewajiban memperoleh izin edar atau memenuhi ketentuan regulasi obat.
2. Sirup Obat
Sirup obat merupakan sediaan farmasi berbentuk cair yang biasanya dikonsumsi melalui mulut sesuai aturan penggunaan. Produk ini dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan pengobatan, bergantung pada kandungan dan indikasinya. Produsen perlu mencermati deskripsi barang ketika mendaftarkan merek agar perlindungan yang dimohonkan sesuai dengan produk yang benar-benar dipasarkan.
3. Vitamin dan Suplemen Vitamin
Vitamin dan suplemen vitamin merupakan produk yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu. Dalam klasifikasi merek, sejumlah sediaan vitamin dan suplemen tercantum dalam Kelas 5. Namun, klasifikasi harus diperiksa berdasarkan jenis dan tujuan produk karena tidak semua produk bernutrisi otomatis masuk dalam kelas yang sama. Pemilik merek sebaiknya memastikan uraian barang yang dipilih sesuai dengan karakteristik produk.
4. Suplemen Herbal
Suplemen herbal dibuat menggunakan bahan yang berasal dari tumbuhan atau ekstrak herbal dan dipasarkan untuk tujuan tertentu sesuai kategori produknya. Kelas Merek 5 mencakup berbagai sediaan herbal untuk penggunaan medis serta suplemen herbal tertentu. Penentuan kelas tidak cukup hanya berdasarkan penggunaan bahan alami; fungsi, klaim, bentuk sediaan, dan peruntukan produk juga perlu diperhatikan.
5. Jamu atau Obat Tradisional
Jamu dan obat tradisional merupakan produk yang banyak dipasarkan oleh pelaku usaha di Indonesia. Beberapa sediaan obat tradisional dapat termasuk Kelas 5, bergantung pada klasifikasi barang yang sesuai. Pelaku usaha perlu membedakan antara produk yang ditujukan untuk penggunaan pengobatan dan produk konsumsi umum. Selain pendaftaran merek, persyaratan izin edar atau registrasi produk tetap harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
6. Plester Medis
Plester medis digunakan untuk menutup luka atau membantu melindungi bagian kulit tertentu. Produk ini termasuk contoh barang yang dikenal dalam Kelas 5, khususnya plester untuk kebutuhan medis. Pelaku usaha yang memproduksi plester perlu memilih uraian barang secara cermat agar sesuai dengan fungsi produknya. Jenis perekat atau plester yang digunakan untuk keperluan nonmedis dapat memiliki klasifikasi berbeda.
7. Kasa Pembalut Luka
Kasa pembalut merupakan bahan yang digunakan untuk menutup atau membalut luka sebagai bagian dari perawatan medis. Dalam Kelas 5 terdapat barang berupa kasa untuk pembalut dan bahan pembalut tertentu. Pengusaha yang memasarkan produk ini perlu memperhatikan peruntukan medis dan uraian barang resmi ketika menentukan kelas merek.
8. Disinfektan untuk Keperluan Medis
Disinfektan tertentu yang ditujukan untuk kebutuhan medis atau laboratorium dapat termasuk dalam Kelas 5. Akan tetapi, tidak semua cairan pembersih atau produk sanitasi otomatis berada dalam kelas tersebut. Produk pembersih rumah tangga, misalnya, perlu diperiksa berdasarkan fungsi dan kategori barangnya. Karena itu, pemilik merek harus memastikan apakah produknya termasuk disinfektan medis atau produk pembersih untuk penggunaan umum.
9. Makanan Bayi untuk Kebutuhan Medis Khusus
Kelas 5 mencakup makanan bayi dan bahan diet tertentu yang disesuaikan untuk penggunaan medis. Contohnya dapat berupa produk nutrisi yang dirancang untuk kebutuhan diet khusus sesuai peruntukannya. Tidak semua makanan bayi masuk Kelas 5; makanan bayi untuk konsumsi umum dapat memiliki klasifikasi berbeda. Uraian barang perlu dipilih sesuai karakter produk yang sebenarnya.
10. Suplemen Makanan Hewan
Suplemen untuk hewan dapat termasuk dalam Kelas 5 apabila sesuai dengan uraian barang yang tercantum dalam klasifikasi, misalnya suplemen makanan hewan untuk kebutuhan tertentu. Produk ini perlu dibedakan dari pakan hewan biasa atau bahan pakan yang mungkin memiliki klasifikasi berbeda. Pemilik usaha sebaiknya menelusuri uraian barang resmi sebelum menentukan kelas yang akan dicantumkan dalam permohonan merek.

Mengapa Penentuan Kelas Merek 5 Perlu Dilakukan dengan Tepat?
Penentuan kelas merupakan salah satu tahap penting dalam pendaftaran merek. Merek yang sama dapat digunakan untuk jenis barang berbeda, tetapi ruang lingkup perlindungannya perlu ditentukan berdasarkan barang yang diajukan. Karena itu, pemilik usaha tidak sebaiknya memilih kelas hanya berdasarkan nama produk atau kategori bisnis secara umum.
Ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum mengajukan permohonan:
- Fungsi dan peruntukan produk. Pastikan barang yang didaftarkan sesuai dengan fungsi sebenarnya, terutama untuk produk kesehatan dan suplemen.
- Uraian barang. Gunakan istilah yang sesuai dengan daftar klasifikasi resmi, bukan hanya istilah pemasaran.
- Kemungkinan kelas lain. Produk dengan bahan atau bentuk yang serupa dapat masuk kelas berbeda karena tujuan penggunaannya tidak sama.
- Kesamaan merek. Lakukan penelusuran awal terhadap merek yang telah terdaftar atau diajukan, khususnya untuk barang yang sejenis.
Kesalahan memilih kelas atau uraian barang dapat menimbulkan ketidaksesuaian dalam permohonan dan memengaruhi ruang lingkup perlindungan yang diminta. Oleh sebab itu, pemeriksaan sebelum pengajuan merupakan langkah yang patut diprioritaskan.
Tahapan Mendaftarkan Merek untuk Produk Kelas 5
Pelaku usaha dapat mempersiapkan pendaftaran merek dengan mengikuti tahapan umum berikut.
1. Identifikasi Produk
Susun daftar produk yang akan menggunakan merek, termasuk nama barang, fungsi, bentuk sediaan, dan peruntukannya. Apabila bisnis memiliki beberapa jenis produk, identifikasi masing-masing barang agar tidak ada yang terlewat dalam penentuan klasifikasi.
2. Periksa Klasifikasi Barang
Bandingkan karakteristik produk dengan daftar barang pada Sistem Klasifikasi Merek DJKI. Periksa apakah barang sesuai dengan Kelas 5 atau memerlukan kelas lain. Untuk produk yang memiliki fungsi ganda atau kategori yang tidak jelas, lakukan pemeriksaan lebih teliti.
3. Lakukan Penelusuran Merek
Sebelum mengajukan permohonan, periksa apakah terdapat merek yang sama atau memiliki kemiripan dengan merek yang akan digunakan. Penelusuran awal membantu mengidentifikasi potensi hambatan, meskipun tidak menjamin bahwa permohonan pasti diterima.
4. Siapkan Dokumen dan Ajukan Permohonan
Lengkapi data pemohon, label atau representasi merek, serta informasi barang dan kelas yang dipilih sesuai persyaratan pengajuan. Permohonan diajukan melalui kanal resmi DJKI dan selanjutnya diproses sesuai prosedur yang berlaku.
5. Pantau Proses Permohonan
Setelah permohonan diajukan, pantau perkembangan statusnya dan tanggapi pemberitahuan atau persyaratan tambahan jika ada. Simpan bukti pengajuan serta dokumen terkait agar mudah ditelusuri ketika dibutuhkan.
Perbedaan Pendaftaran Merek dan Izin Edar Produk
Hal penting yang perlu dipahami pelaku usaha adalah bahwa pendaftaran merek dan izin edar merupakan dua proses yang berbeda. Pendaftaran merek berkaitan dengan perlindungan tanda pembeda suatu barang atau jasa, sedangkan izin edar berkaitan dengan persyaratan agar produk tertentu dapat diedarkan sesuai peraturan sektoral.
Sebagai contoh, merek untuk obat, suplemen, atau obat tradisional dapat diajukan untuk memperoleh perlindungan merek. Namun, pendaftaran tersebut tidak otomatis membuat produk memperoleh izin edar. Pelaku usaha tetap perlu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas terkait sesuai kategori produk.
Karena itu, pemilik usaha sebaiknya memeriksa dua kebutuhan secara terpisah: perlindungan merek melalui DJKI dan perizinan produk sesuai jenis barangnya. Pendekatan ini membantu bisnis menyiapkan aspek legalitas secara lebih terarah.
Layanan Pendampingan Pendaftaran Merek
Pelaku usaha yang ingin mengembangkan merek produk farmasi, suplemen, herbal, atau produk kesehatan dapat mempertimbangkan pendampingan untuk memeriksa klasifikasi dan menyiapkan dokumen permohonan. Layanan jasa pendaftaran merek dagang dapat membantu proses identifikasi barang, penelusuran awal merek, serta persiapan administrasi.
PERMATAMAS menyediakan informasi dan pendampingan terkait kebutuhan legalitas usaha. Untuk kebutuhan yang saling berkaitan, pelaku usaha dapat mempelajari layanan berikut:
- Jasa Pendirian PT untuk membantu kebutuhan pendirian badan usaha.
- Jasa Pendaftaran Merek untuk pendampingan proses pengajuan perlindungan merek.
- Jasa Perpanjang Merek untuk membantu kebutuhan perpanjangan perlindungan merek yang akan berakhir.
Sebelum menentukan layanan, pastikan jenis produk, kelas yang dibutuhkan, serta dokumen yang tersedia sudah diidentifikasi. Konsultasi awal dapat membantu memperjelas langkah berikutnya, tetapi hasil permohonan tetap mengikuti pemeriksaan dan keputusan DJKI.
Kesimpulan
Kelas Merek 5 mencakup berbagai barang yang berkaitan dengan farmasi, sediaan medis, vitamin dan suplemen tertentu, produk herbal, plester, bahan pembalut, disinfektan medis, makanan untuk keperluan medis, serta sejumlah produk kedokteran hewan. Sepuluh contoh produk dalam artikel ini dapat menjadi referensi awal, tetapi penentuan akhir harus mengacu pada uraian barang dalam Sistem Klasifikasi Merek DJKI.
Bagi pelaku usaha, memilih kelas yang tepat merupakan bagian penting dalam merencanakan perlindungan merek. Lakukan pemeriksaan klasifikasi dan penelusuran merek sebelum mengajukan permohonan. Jika memerlukan pendampingan, hubungi PERMATAMAS untuk mendiskusikan kebutuhan jasa pendaftaran merek dagang dan persiapan pengajuan sesuai kategori produk yang akan didaftarkan.
KONSULTASI GRATIS
FAQ: Kelas Merek 5
1. Apa yang dimaksud dengan Kelas Merek 5?
Kelas Merek 5 adalah klasifikasi barang yang secara umum mencakup sediaan farmasi, produk medis tertentu, vitamin dan suplemen tertentu, plester, bahan pembalut, disinfektan, makanan untuk keperluan medis, serta sejumlah produk kedokteran hewan.
2. Produk apa saja yang termasuk Kelas Merek 5?
Contohnya meliputi obat-obatan, sediaan vitamin, suplemen herbal tertentu, jamu atau obat tradisional sesuai klasifikasinya, plester medis, kasa pembalut, disinfektan medis, makanan bayi untuk kebutuhan medis khusus, dan suplemen makanan hewan tertentu.
3. Apakah semua suplemen makanan masuk Kelas 5?
Tidak selalu. Klasifikasi bergantung pada jenis, fungsi, dan peruntukan produk. Sebagian suplemen termasuk Kelas 5, sedangkan produk nutrisi tertentu untuk konsumsi umum dapat berada pada kelas berbeda. Periksa uraian barang resmi sebelum mengajukan permohonan.
4. Apakah merek jamu dapat didaftarkan di Kelas 5?
Jamu atau obat tradisional dapat termasuk Kelas 5 apabila uraian barangnya sesuai dengan klasifikasi yang berlaku. Pemohon perlu memastikan kategori produk dan peruntukannya sebelum menentukan kelas.
5. Apakah makanan bayi termasuk Kelas 5?
Kelas 5 mencakup makanan bayi dan bahan diet tertentu yang disesuaikan untuk penggunaan medis. Namun, makanan bayi untuk konsumsi umum tidak otomatis termasuk kelas ini sehingga klasifikasinya perlu diperiksa secara spesifik.
6. Apakah produk disinfektan selalu masuk Kelas 5?
Tidak. Disinfektan untuk keperluan medis atau laboratorium dapat termasuk Kelas 5, sedangkan produk pembersih atau sanitasi untuk penggunaan umum dapat memiliki klasifikasi berbeda. Fungsi dan peruntukan produk menjadi pertimbangan penting.
7. Bagaimana cara mengecek klasifikasi barang Kelas 5?
Pemohon dapat mengakses Sistem Klasifikasi Merek DJKI melalui https://skm.dgip.go.id/index.php/skm/detailkelas/5 dan mencocokkan nama serta fungsi produknya dengan uraian barang yang tersedia.
8. Apakah pendaftaran merek Kelas 5 sama dengan izin edar obat?
Tidak. Pendaftaran merek memberikan perlindungan terhadap merek sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan izin edar merupakan persyaratan regulasi produk. Keduanya memiliki tujuan dan prosedur yang berbeda.
9. Apa yang perlu disiapkan sebelum mendaftarkan merek Kelas 5?
Pemohon umumnya perlu menyiapkan data pemohon, label atau representasi merek, daftar barang yang akan dilindungi, serta informasi lain sesuai persyaratan pengajuan. Penelusuran merek dan pemeriksaan klasifikasi juga sebaiknya dilakukan sebelum permohonan diajukan.
10. Apakah PERMATAMAS dapat membantu pendaftaran merek Kelas 5?
Pelaku usaha dapat menghubungi PERMATAMAS untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan pendampingan pendaftaran merek, pemeriksaan awal klasifikasi barang, dan persiapan dokumen. Kelayakan serta hasil permohonan tetap mengikuti ketentuan dan pemeriksaan DJKI.




